BERITABUANA, JAKARTA – Dari empat pelaku pembunuhan Abdullah Fitri Setiawan als Dufi, dua tersangka lainnya masih buron. Sedangkan dua tersangka yang sudah dikenal oleh korban adalah pasangan suami istri M Nurhadi dan Sari M, sudah mendekam ditahanan rumah tahanan Polda Jawa Barat .

Dua tersangka yang buron dan kini temgah dikejar, satu tersangka yang membantu angkat korban dan satu tersangka lainnya yang membeli barang-barang milik korban di antaranya mobil serta laptop.

“Update terbaru dari pemeriksaan kedua tersangka M (M Nurhadi) dan Sari, polisi masih mengejar dua tersangka lainnya. Sedangkan antara korban dengan tersangka sepasang suami istri ini  sudah menjalin hubungan interaksi komunikasi dengan para tersangka,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, Kamis (22/11/2918).

Dedi menjelaskan, sebelum dibunuh, Dufi sudah membuat janji untuk bertemu dengan para tersangka di kontrakan tersangka, Gunung Putri, Bogor, Sabtu (17/11/2018). Namun, ketika sampai rumah, niat jahat tersangka menghabisi Dufi muncul.

Menurut Dedi, niat itu muncul saat tersangka melihat Dufi membawa sejumlah benda berharga, seperti mobil, ponsel, laptop dan sejumlah uang. Tersangka Nurhadi pun mengajak istrinya menghabisi Dufi untuk merampas barang berharga yang ia bawa. “Akhirnya langsung dihajar pakai benda tajam,” kata Dedi.

Jasad Dufi dibawa sejauh 40 kilometer menuju Kampung Narogong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan diangkat oleh dua tersangka pasutri serta satu tersangka yang buron. Di tempat tersebut, jasad Dufi kemudian ditemukan oleh seorang pemulung pada Ahad (18/11/2018).

Sementara, mobil Toyota Innova hasil rampasan para tersangka dari Dufi pun dijual.

Para tersangka dikenai Pasal 340 tentang pembunuhan berencana subsidiair 338 dan atau Pasal 365 ayat (3) subsidiair pasal 363 dan atau pasal 480. Tersangka terancam hukuman mati atau kurungan seumur hidup lantaran disangka dengan pasal pembunuhan berencana. (Han)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here