Fahri Hamzah: Penciptaan Caracter Building Sejak Dini, Mampu Mengentaskan Narkoba

BERITABUANA, BANDUNG – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengungkapkan, salah satu syarat mengentaskan narkoba adalah bagaimana menciptakan karakter yang kuat sejak dini (character building). Dan, karakter tersebut hanya tumbuh dari budaya literasi.

“Narkoba, minuman keras dan sebagainya adalah akibat dari kelemahan jiwa. Orang tidak tahu menjadi karakter yang kuat karena membacanya lemah, jiwanya tidak terisi. Kampus merupakan tempat terbaik untuk menumbuhkan minat membaca,” kata Fahri saat membuka rangkaian kegiatan Parlemen Kampus yang diselenggarakan di Universitas Islam Bandung (Unisba) Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/11/2018).

Parlemen Kampus mengangkat tema “Pemuda Melawan Narkoba”, juga dihadiri Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi, Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil, Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, Wakil Rektor III Unisba Asep Rahmat, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar, dan beberapa pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.

Di hadapan 300 peserta Parlemen Kampus dari berbagai kampus se-Kota Bandung, Fahri juga menyinggung hadirnya teknologi informasi yang secara tak langsung telah membawa ancaman terhadap budaya literasi. Sebab, tradisi membaca telah dikalahkan dengan tradisi membaca teks instan, yang mengakibatkan kemampuan memahami teks menjadi berkurang, sehingga cara berpikir sistematis dan konstruktif seseorang menjadi hilang.

“Kalau anak muda tidak terbiasa membaca teori, maka akan menjadi sumber lalu lintas informasi, tetapi tidak bisa menganalisa suatu masalah. Akhirnya, mereka tumbuh dengan mob (sekelompok orang yang dengan marah menyerang dan berusaha merusak suatu objek tanpa mengindahkan norma sosial dan hanya berpegang pada pertimbangan yang sederhana, RED), bukan karakter dan ilmu pengetahuan,” terang politisi dari PKS itu lagi.

Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) itu juga mengingatkan, bonus demografi Indonesia adalah paling besar, sehingga kelompok pemuda di Indonesia adalah paling banyak. Karena itu, tidak salah jika masyarakat berharap bahwa generasi muda yang jumlahnya begitu banyak dapat menjadi inspirator.

“Di dalam catatan sejarah, pemuda adalah sumber kebangkitan. Anak muda dikatakan sebagai sumber keberanian, karena motif yang masih bersih,” katanya.

Selain itu, sambung legislator dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, anak muda sumber dari ketulusan, karena ketulusan datang dari sumber yang bersih. Karena itu, jiwanya dengan agama dan pesan-pesan moral yang kuat, sehingga tumbuh menjadi karakter yang matang dan kuat.

Tak lupa, Fahri juga memberikan edukasi politik serta mengajak peserta Parlemen Kampus untuk tidak antipati terhadap politik. Sehingga penyelenggara negara tidak hanya diisi oleh kaum oportunis, tetapi juga intelektual.

“Salah satu tempat berkarya untuk bangsa adalah melalui politik yang sehat dan baik. Kalau politik sehat, Insya Allah ekonominya beres, masyarakatnya sejahtera,” imbuhnya lagi. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *