Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie

BERITABUANA, BALI- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali akan melaksanakan pembebasan seorang warga binaan asing Renae Lawrence berkebangsaan Australia yang telah selesai menjalankan pidana berdasarkan Keputusan Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor: 21/Pid.B/2006/PT.Dps tanggal 13-04-2006, karena memenuhi unsur pasal 82 ayat (3) UU RI No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, berupa pidana penjara 20 tahun serta pidana denda sebesar Rp. 1.000.0000.000,- (satu milyar rupiah) atau subsider 6 (enam) bulan.

“Renae Lawrence menjalankan pidana terhitung sejak tanggal 13 Aril 2006 sampai dengan 21 November 2018, termasuk didalamnya pengurangan masa pidana berupa remisi hari
kemerdekaan dan hari raya keagamaan serta penambahan pidana subsidair selama 6 (enam)
bulan akibat tidak dapat melaksanakan pidana denda Rp. 1.000.0000.000,- (satu milyar rupiah),” kata Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie lewat keterangannya.

Proses administrasi juga telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku diawali dengan dikeluarkan Surat Keterangan Bebas yang ditandatangani oleh Kepala Rumah Tahanan Negara Bangli Nomor: W20.EB-PK.01.01.02-1397 tanggal 21 November.

“Rutan Bangli juga telah
melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap yang bersangkutan, dengan dikeluarkannya Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter Rumah Tahanan Negara Klas IIB Bangli Nomor: W20.EB.PK.01.07.01-1356 tanggal 21 November 2018 yang menerangkan bahwa pemeriksaan
fisik dalam keadaan sehat serta riwayat penyakit ybs,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Ronny Rutan Bangli melakukan serah terima yang bersangkutan kepada pihak Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar.

“Mengapa warga negara asing yang telah selesai menjalankan pidana, tetap diserahkan kepada Imigrasi ? Dalam persepektif Keimigrasian, warga Negara asing tersebut tidak memilki ijin tinggal yang sah dan masih berlaku, oleh karena itu sesuai dengan ketentuan pasal UU no 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian akan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa pendeportasian,” ujarnya.

“Tindakan pendeportasian ini akan diikuti pencantuman identitas ybs dalam daftar tangkal Dalam rangka melaksanakan ketentuan undang-undang, Kepala Kantor Wilayah telah memerintahkan agar Kepala Kantor Kelas I TPI Denpasar mengeluarkan surat keputusan tindakan Administrasi Keimigrasian Nomor: W20.EB.GR.02.02.0274 Tahun 2018 tanggal 21 November 2018, yang dilengkapi dengan Surat Perintah Pengawalan Nomor W20.EB.GR.02.02.0276 Tahun 2018 tanggal 21 November 2018 serta Surat nomor W20.EB.GR.02.02.0275 Tahun 2018 tanggal 21 November 2018 tentang Pengawasan Keberangkatan Deportasi Renae Lawrence,”

Setelah itu, pendeportasian terhadap Renae diikuti dengan pencantuman idetitas ybs dalam daftar Tangkal serta dimasukan ke dalam aplikasi Border Control Management (BCM) Sistim Informasi Manajemen Keimigrasian, yang secara otomatis dan real time akan tergelar di 30 Tempat Pemeriksaan Imigrasi Udara, 93 Tempat Pemeriksaan Imigrasi Laut, 9 Tempat Pemeriksaan Imigrasi Darat,” tutupnya. (Nico Karundeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here