BERITABUANA, JAKARTA – Yenny Wahid menyatakan, perda yang memiliki potensi untuk mendiskriminasi kelompok masyarakat tertentu, terutama kelompok minoritas, tidak boleh ada di Indonesia.

.Putri Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid ini berpandangan bahwa aturan hukum yang ada di Indonesia harus bersentuhan dengan kepentingan Masyarakat secara luas.

“Aturan itu tidak boleh hanya mengatur satu kepentingan saja,” kata mantan Direktur Eksekutif Wahid Foundation ini, Minggu (18/11/2018).

Yenny menjelaskan bahwa organisasi yang pernah dipimpinnya sejak awal berpandangan bahwa aturan hukum yang ada di Indonesia harus bersentuhan dengan kepentingan Masyarakat secara luas.

“Dari dulu sikap Wahid foundation sudah jelas, kita selalu menginginkan agar yang namanya semua peraturan tidak punya potensi untuk mendiskriminasi warga lain. Perda yang punya potensi memecah-belah tidak perlu ada di Indonesia,” ujar Yenny, menegaskan.

Mengenai kasus pelaporan terhadap Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie ke Bareskrim Polri atas pernyataan menolak Perda Syariah, Yenny mengaku belum mendengar hal tersebut karena baru saja kembali ke Tanah Air dari lawatannya ke Paris, Prancis.

Yenny mengatakan baru akan mengomentari kasus Grace setelah mendengar pernyataan Grace secara langsung. (Ndus)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here