Gatotkaca akan Dibuat Versi Milenial

BERITABUANA, JAKARTA – Salah satu hero wayang, Gatotkaca, akan diinterpretasikan menjadi sosok yang tidak asing bagi generasi milenial. Dalam film terbaru buatan Satria Dewa Studios dan MagMA Entertainment berjudul “Satria Dewa: Gatotkaca”.

Linda Gozali, produser film dari Satria Dewa Studios, dalam bincang dengan wartawan di sela-sela pengambilan gambar, Minggu (18/11), mengatakan Gatotkaca yang tidak pernah kalian bayangkan. Semua orang pernah dengar tentang Gatotkaca. Tapi, kalau ia muncul di depan kita, bayangan tentang sosok Gatotkaca seperti apa?

Namun, Linda belum bersedia membocorkan cerita tentang film ini. Ia membenarkan jika film ini akan memasukkan unsur wayang yang sudah dimodifikasi agar sesuai dengan zaman sekarang.
Ia pun belum mau membocorkan siapa saja aktor yang terlibat dalam film ini, termasuk untuk tokoh utama. Sudah ada target pemain, tapi pihaknya belum bisa umumkan.

Saat ini pihaknya belum masuk masa produksi film karena masih menggarap naskah. Selain naskah, mereka juga mulai menggarap cuplikan atau teaser film berdurasi 5 menit untu dilepas ke publik sebelum film tayang.

“Setelah teaser, kami masuk ke produksi,” kata Linda menjelaskan rencana kerja mereka untuk film ini.

Pengambilan gambar teaser film “Satria Dewa: Gatotkaca” ini akan memakan waktu empat hari. Namun, belum tentu cuplikan teaser ini akan masuk ke film jika sudah tayang nanti.

Salah seorang bintang yan tampil dalam teaser ini adalah aktor cilik Muhammad Adhiyat yang mencuri perhatian berkat perannya sebagai anak bungsu Ibu (Ayu Laksmi) di film horor “Pengabdi Setan” dari sutradara Joko Anwar.

Linda menyebut mereka sengaja menggarap teaser lebih awal. Karena membutuhkan waktu tambahan untuk memasukkan efek computer-generated imagery (CGI), selain itu mereka juga tergolong rumah produksi yang baru berdiri.

“Teaser ini untuk memperkenalkan ke publik apa yang kami lakukan, kami serius mengerjakan ini,” kata Linda.

Film “Satria Dewa: Gatotkaca” akan masuk masa produksi tahun depan. Disutradarai Charles Gozali yang sebelumnya membuat “Juara” pada 2016 lalu. (Ant/Daf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *