Habib Aboe Bakar Berharap Perkara Baiq Nuril Dapat Diurai Dengan Baik Oleh MA

BERITABUANA, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR dari F-PKS, Aboe Bakar Al Habsyi mengatakan, apa yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru honorer SMAN 7 Mataram, yang menjadi korban pelecahan seksual justru ditersangkakan oleh Mahkamah Agung (MA) atas kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITEdi pengadilan, sangat mengusik nilai keadilan masyarakat.

“Apa yang dilakukan dengan merekam percakapan yang bernuansa pelecehan adalah bagian dari upaya dirinya untuk membela diri,” kata Habib Aboe Bakar dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Jumat (16/11/2018).

Lantas Habib Aboe Bakar pun meminta agar jangan sampai penanganan perkara Baiq Nuril membuat masyarakat semakin apatis dengan peradilan kita. Karena lembaga peradilan dilihat tidak mampu menghadirkan nilai keadilan yang hidup dan berkembang di masyarakat.

“Saya berharap, perkara ini dapat diurai dengan baik oleh Mahkamah Agung. Lembaga peradilan ini harus mampu menemukan keadilan substantifnya, sehingga makna keadilan itu sendiri hidup dalam masyarakat. Tidak sekedar menagsirkan pasal per pasal dalam undang-undang,” tutupnya.

Sebelumnya, Baiq Nuril diputus enam bulan penjara dan denda Rp500 juta atau pidana tiga bulan apabila tidak membayar denda oleh Mahkamah Agung melalui putusan kasasi. Dia dijerat Pasal 27 ayat (1) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Nuril disangka menyebarkan rekaman berisi percakapan mesum Kepsek SMAN 7 Mataram, Muslim. Padahal, berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Negeri Mataram, rekaman percakapan mesum Muslim pada Nuril disebarkan oleh rekan Nuril yakni Imam Mudawin. (Aldo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *