HS Diduga Pelaku Tunggal Pembunuhan Satu Keluarga, Bukti Cukup, Argo: Polisi Tetap Mau Buktikan Secara Ilmiah

BERITABUANA, JAKARTA – HS, yang diamankan setelah mobil Nissan X-Trail B 1075 UOG warna silver, oleh tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Bekasi Kota dan Polsek Pondok Gede, mendekati kebenaran bahwa dialah yang membunuh satu keluarga, di Jalan Bojong Nangka 2, RT 002/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Mengarah kepada HS sebagai pelaku tungggal pembunuhan, karena dia ditangkap daerah Garut, Jawa Barat, persisnya disebuah saung, di bawah kaki gunung. Yang HS sendiri berniat naik gunung. Kuat dugaan menghindari kejaran polisi.

Mobil Nissan X-Trail yang banyak bercak darah dan dibawa HS

Selain itu, pelaku mengarah kepada HS, mobil X-Trail yang di bawanya dan ditemukan polisi di daerah Cikarang, Jawa Barat, ditemukan bercak darah dipintu mobil, pedal gas, seatbelt, karpet, dan kunci mobil.

Kemudian, HS juga sempat mengobati telunjuk jari tangannya yang terluka. “Dia ke klinik mengobati lukanya itu sekitar jam enaman. Itu sangat terlalu pagi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan persnya, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (15/11/2018).

Namun begitu, untuk memastikan bahwa HS sebagai pelaku pembunuhan, kata Argo, pihaknya masih menunggu hasil Labfor Mabes Polri dengan Inafis Polda Metro Jaya.

“Kita butuh kepastian, bercak darah yang ditemukan di pintu mobil, pedal gas, seatbelt, karpet dan kunci mobil. Adalah ada hubungannya antara darah para korban dan dia (HS),” ujar Argo.

Kemudian, petugas juga mengarahkan pemeriksaan kepada kuku HS yang warnanya hitam ke labfor. Karena sangat mungkin hitam itu dari darah yang sudah mengering. Dan kukunya bekas digunting oleh HS.

“Ya, semua harus kita periksa secara ilmiah. Harus bisa dibuktikan secara ilmu. Tidak hanya berdasarkan dugaan. Meski HS adalah kerabat dari korban,” katanya.

Dan yang paling memberatkan HS, kata Argo, dalam tas HS ditemukan dua ponsel milik korban dan uang Rp 4 juta (belum diketahui uang dari mana, red).

Sebelumnya, satu keluarga ditemukan meninggal di kediamannya, Jalan Bojong Nangka 2, RT 002/07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati Kota Bekasi.

Mereka diduga menjadi korban pembunuhan. Mereka adalah, Gaban Nainggolan (38), sang istri Maya Ambarita (37), dan kedua anaknya SN (9), serta AN (7). (Min)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *