Survey PECC: Pertumbuhan Ekonomi Asia-Pasifik Terancam Signifikan

BERITABUANA, JAKARTA – Hasil survey yang dirilis Pasific Economic Cooperation Caouncil/PECC mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik terancam secara signifikan oleh perang dagang global dan meningkatnya proteksionisme.

Laporan baru yang dirilis Dewan Kerja Sama Ekonomi Pasifik (Pacific Economic Cooperation Council – PECC) yang diterima redaksi beritabuana, Rabu (14/11/2018) menyebut adanya peningkatan proteksionisme dan perang dagang sebagai resiko utama bagi pertumbuhan regional.

“42,7 persen responden memperkirakan perlambatan ekonomi Cina pada 2019, sementara lebih dari 40 persen mengharapkan pertumbuhan yang lebih kuat di India, Asia Tenggara dan Amerika Serikat. Separuh dari responden mengatakan teknologi baru akan mengurangi jumlah pekerjaan di wilayah tersebut pada tahun 2030,” bebernya.

Berdasarkan laporan tahunan State of the Region ke-13 untuk tahun 2018-19 dari PECC dirilis hari ini saat sidang para pemimpin politik dan bisnis internasional dalam Pertemuan Pemimpin Kerja sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation – APEC) di Port Moresby, Papua Nugini.

Laporan ini menyertakan hasil survei terhadap 529 pakar kebijakan regional tentang perkembangan dan tantangan utama yang dihadapi di kawasan Asia-Pasifik. Menurut survei tersebut, lima risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi regional dalam dua atau tiga tahun ke depan adalah Meningkatnya proteksionisme dan perang dagang – 62,1%; Kemungkinan perlambatan pertumbuhan perdagangan dunia – 43,9%; Kemungkinan perlambatan ekonomi Cina – 43,3%; Kurangnya kepemimpinan politik – 36,1%; Korupsi – 32,7%.

“Wilayah Asia-Pasifik diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 3,7% pada 2019, sebuah revisi dengan penurunan signifikan dari perkiraan yang dibuat sebelumnya pada tahun 2018. Hal ini terjadi akibat materialisasi risiko terhadap pertumbuhan seperti konflik perdagangan, meningkatnya harga komoditas, naiknya suku bunga, dan pasar modal yang tidak stabil,” sebutnya.

Mr. Eduardo Pedrosa, Sekretaris Jenderal PECC, mengatakan “Walaupun proteksionisme jelas semakin meningkat, adanya langkah-langkah liberalisasi yang dilakukan oleh ekonomi Asia-Pasifik sedikit menenteramkan. Langkah-langkah ini termasuk disahkannya Perjanjian Komprehensif dan Progresif Tentang Kemitraan TransPasifik (Comprehensive and Progressive Agreement on TransPacific Partnership – CPTPP) dan negosiasi yang sedang berlangsung tentang Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership – RCEP), yang akan memberikan sejumlah kepastian terkait kebijakan yang akan mendorong investasi bisnis.” (Lia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *