Kejagung Sidik Dugaan Korupsi Puluhan Miliar Rupiah di Bank Tabungan Negara

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) kembali melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di PT Bank Tabungan Negara (BTN). Dugaan korupsi kali ini terkait pemberian Kredit Yasa Griya (KYG) oleh Bank BTN Cabang Gresik kepada debitur PT Graha Permata Wahana dan Novasi kepada PT Nugraha Alam Prima serta PT Lintang Jaya Property.

Meski demikian, tim penyidik belum menentukan siapa tersangka dalam kasus yang diduga merugikan negara puluhan miliar rupiah. Namun penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, baik dari unsur pemerintah maupun swasta yang diduga mengetahui proses dari pemberian kredit tersebut.

“Kasus itu memang sudah dalam tahap penyidikan, dan masih terus mendalami para pihak yang diduga mengetahui pemberian kreditnya,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Mukri, Selasa (13/11), di Jakarta.

Saat ini, lanjut Mukri, ada beberapa saksi  yang dijadwalkan untuk segera dilakukan pemanggilan. Diantaranya, Direktur Utama PT PT Nugraha Alam Prima, Eddy George Tauran, Komisaris PT Nugraha Alam Prima, Sigit Wahyudi, Dr Rosyan Rahman, Christan Yudianto Tauran dan Siswadji.

“Semuanya masih akan diperiksa sebagai saksi. Karena itu penyidik menilai perlu mendengar keterangan para saksi dalam pendalaman perkara ini,” tegasnya.

Disinggung soal penetapan tersangka, Mukri mengatakan, hanya tim penyidik yang mengetahuinya. Yang jelas proses penyidikan masih terus berjalan hingga saat ini. “Kalau soal penetapan tersangka hanya penyidik yang tahu, nanti diinformasikan jika sudah ada tersangkanya,” kata mantan Wakajati DIY ini.

Adapun sejumlah pegawai BTN yang sudah diperiksa sebagai saksi, diantaranya Kepala Departemen Supporting Asset Manajement AMD BTN Pusat Alpin Chandra, Area Head II Surabaya tahun 2016 Atjuk Winarto, AMD Head Area II Setyanto Basuki, serta Kepala AMD Kantor Pusat Setya Wijayantara.

Awal tahun 2018, kasus dugaan korupsi di Bank BTN juga pernah disidik oleh jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi. Kasusnya terkait soal pemberian kredit dari Bank BTN Cikarang ke debitur yang merupakan beberapa perusahaan, namun kredit tersebut macet dan menimbulkan kerugian negara Rp 6,5 miliar.

Saat itu penyidikan menetapkan dua orang tersangka, yakni BW dan IO yang merupakan saat itu pegawai Bank BTN Cikarang dan NA. Berdasarkan hasil pemeriksaan saat itu, kedua tersangka merupakan pegawai yang bertugas di bidang kredit pada nasabah di Bank BTN Cikarang dan tindak pidana korupsi yang dilakukan dua tersangka tersebut berlangsung dua tahun, sejak 2012 hingga 2013.

Dalam kasus ini ditemukan adanya persekongkolan antara oknum pegawai BTN dengan pihak luar untuk mencairkan bantuan kredit bagi nasabah tersebut. Persengkongkolan antara oknum bank dan pihak luar itu dilakukan untuk memangkas segala bentuk tahapan yang ditetapkan bank sebelum pencairan kredit kepada nasabah. Kedua tersangka usai melakukan pemeriksaan langsung dilakukan penahanan oleh penyidik di Lapas Bulak Kapal, Bekasi Timur.

Tak hanya memeriksa dua tersangka, penyidik juga melakukan pemeriksaan para pegawai Bank BTN hingga para nasabah yang mengajukan pinjaman. Permohonan kredit yang diajukan berkisar antara Rp500 juta hingga Rp3,7 miliar. Saat ini kasus tersebut tengah dalam proses perisidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *