Hujan Air Mata Warnai Pemakaman Jaksa Korban Musibah Lion Air

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Isak tangis dari istri dan adik almarhum mewarnai prosesi pemakaman Shandy Johan Ramadhan, salah satu dari empat jaksa yang menjadi korban musibah Lion Air, yang jatuh di Perairan Pakis, Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Suasana haru juga terlihat pada raut wajah sejumlah pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) yang hadir pada upacara pemakaman itu. Di antaranya Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Dr Mukri, Kepala Biro Umum (Karo Umum) Kejagung, Tejo Lekmono dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan, Safri.

“Pimpinan Kejaksaan memberikan atensi kenaikan satu tingkat kepada almarhum Shandy Johan Ramadhan dari semula berpangkat Ahun Jaksa IIIB menjadi Jaksa Pratama IIIC,” ujar Mukri usai acara pemakaman Shandy Johan Ramadhan di TPU Kebun Nanas, Jakarta Timur, Selasa (13/11).

Selain memberikan kenaikan pangkat anumerta, tambah Mukri, Korps Adhyaksa juga memberikan perhatian kepada istri Shandy Johan Ramadhan, yang saat ini sedang mengandung anak pertama. Diperkirakan usia janin baru berusia 1 bulan lebih.

“Pimpinan juga akan memberikan atensi terhadap istri dan anak almarhum jika kelak lahir,”ucap Mukri dengan nada terbata-bata.

Selain itu, Mukri juga mengatakan institusinya berterimakasih kepada Basarnas dan tim DVI Mabes Polri yang berhasil mengidentifikasi jenazah para korban, termasuk jenazah dua orang jaksa dan istri Andry Wiranofa.

“Atas nama institusi kami berterima kasih kepada Basarnas dan tim dvi yang berhasil menginditifikasi. Kita berharap semoga tim DVI secepatnya mengidentifikasi dua anggota kami,” tukas Mukri.

Selain itu, lanjut Mukri, Kejaksaan juga akan memberikan kenaikan pangkat anumerta kepada Jaksa Andri Wiranofa dan Sastiarta yang hingga kini belum teridentifikasi.

Dari hasil identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi jenazah jaksa Dodi Junaedi, Nia Sugiono dan Shandi Johan Ramadhan. Sementara jenazah Andri Wiranofa dan Sastiarta hingga kini belum teridentifikasi.

“Meski belum teridentifikasi, kedua-duanya tetap akan Kami naikkan satu tingkat pangkat anumerta. Masalah waktu, biar pimpinan yang menentukan,” pungkas Mukri.

Sementara itu, CEO Lion Air, Edward Sirait dan karyawan Lion Air terlihat ikut menyambangi kediaman almarhum Shandy Johan Ramadhan, yang terletak di daerah Kalimalang, Jakarta Timur.

Dihadapan orangtua almarhum, Dody Widodo, Edward Sirait mengucap turut berduka cita atas musibah yang merengut nyawa almarhum.

“Atas nama perusahaan, Kami mengucapkan turut berduka cita yang mendalam. Smoga arwah almarhum diterima disisi Tuhan yang Maha Esa Bagi istri dan keluarga almarhum, smoga diberi ketabahan,”ujar Edward Sirait dengan nada menurun. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *