BERITABUANA, JAKARTA – Akhir-akhir ini telah beredar broadcast message berisi tuduhan-tuduhan negatif dan fitnah terhadap Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Pengurus Pusat IJTI. Terakhir adalah broadcast message seolah-olah ada Mosi Tidak Percaya terhadap Pengurus Pusat IJTI dengan mengatasnamakan pengurus daerah.

Terkait hal-hal tersebut, Pengurus Pusat IJTI dalam siaran persnya yang diterima redaksi beritabuana, Selasa (13/11/2018), menjelaskan bahwa seluruh Pengurus Daerah (Pengda) pada pada Sabtu (10 November 2018), menyatakan tidak tahu menahu mengenai “Mosi Tidak Percaya” yang mengatasnamakan pengurus daerah, termasuk Pengurus Daerah dari empat propinsi yang dicatut sebagai pengaju mosi.

“Mereka tetap solid dan mendukung sepenuhnya kepemimpinan Ketua Umum IJTI, Yadi Hendriana dan Sekjen Indria Purnama Hadi. Adapun saudara Ano setelah
dikonfirmasi beberapa pengurus pusat menyatakan tidak tahu menahu tentang mosi tidak percaya tersebut,” tegas Ketua Bidang Advokasi IJTI, Saor Simanjuntak.

Dijelaskan bahwa Yadi Hendriana terpilih sebagai Ketua Umum dalam Kongres IJTI ke 5 di Jakarta, pada Januari 2017, yang dihadiri 470 perwakilan anggota dari seluruh Indonesia, berlangsung terbuka dan demokratis. Hendrata Yudha termasuk dalam salah satu dari 3 kandidat yang mengajukan diri untuk jabatan Ketua Umum. Namun, dalam pemungutan suara yang dilakukan secara langsung dan rahasia, yang bersangkutan mendapat 8 suara sehingga tidak terpilih.

“Broadcast message yang memuat tuduhan bahwa kongres tersebut direkayasa adalah tuduhan tidak berdasar dan keji,” katanya lagi.

IJTI, lanjut Saor Simanjuntak, merupakan satu-satunya organisasi profesi jurnalis televisi yang terdaftar sebagai sebagai konstituen Dewan Pers. Sebagai organisasi profesi jurnalis, IJTI berkomitmen meningkatkan kapasitas jurnalis, melakukan advokasi terhadap kemerdekaan pers dan jurnalis profesional yang menghadapi persoalan saat menjalankan tugas profesionalnya, serta melaksanakan dan menjaga pelaksanan Kode Etik Jurnalistik.

“Seluruh aktivitas yang dilakukan IJTI dan jajaran pengurusnya dari pusat hingga daerah tidak terlepas dari komitmen itu,” ucapnya seraya mengakui kalau sebagai organisasi profesi yang beranggotakan lebih dari 2000 jurnalis, IJTI tentu belum mampu memuaskan seluruh aspirasi dan keinginan semua anggota maupun para pendirinya.

Berikut penjelasan resmi pengurus IJTI:

Penjelasan Pengurus Pusat IJTI

(Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here