Ahmad Basarah: Demokrasi Liberal Cenderung Dimanfaatkan untuk Saling Caci Maki Antar Tokoh

BERITABUANA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menilai demokrasi liberal cenderung dimanfaatkan untuk saling caci-maki antar tokoh. Jika sistem demokrasi yang tak sesuai di Indonesia itu dipaksakan, kedepannya akan menimbulkan kontraksi sosial.

“Apa yang ingin saya katakan dari penjajahan dalam bentuk baru? Yaitu  satu sistem yang Di Praktisi kan sebuah bangsa dimana sistem itu ketika tidak sesuai dengan kepribadiannya akan menimbulkan kontraksi-kontraksi sosial politik dan lainnya,” ujar Basarah pada diskusi Empat Pilar MPR RI bertema “Memaknai Perjuangan Pahlawan Nasional” di Media Center Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (13/11/1018).

Meski, Basarah tak menampik jika sistem demokrasi seperti itu sering kali dipraktikkan kembali. Dampaknya, Basarah menuturkan, ruang publik akan diwarnai wacana-wacana yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh bangsa.

“Tetapi kemudian dia (sistem demokrasi liberal-red) seakan-akan menjadi satu yang lumrah di tengah-tengah masyarakat kita. Caci maki di antara pemimpian, dialek tokoh bangsa saling menjelekkan, saling menghina seolah-olah satu hal yang lumrah, yang sebenarnya bukan kepribadian bangsa Indonesia,” paparnya.

Lebih lanjut, bekas Ketua Fraksi PDIP di MPR ini meminta kepada seluruh pihak untuk dapat menyadari upaya politik devide et impera jilid ketiga, jilid pertama jaman kolonial, jilid kedua dalam demokrasi parlementer.

 

“Nah jangan sampai politik devide et impera di jilid ketiga ini yang sudah diberikan fasilitas yang sangat memadai, yaitu fasilitas untuk melakukan ahli fitnah waljamaah begitu, dengan pesawat gawai, pesawat gawai itu kita jadikan sarana ahli fitnah waljamaah hanya dengan dua jempol kita bisa menyebarkan hoaks fitnah, menyebarkan permusuhan,” tandas Basarah. (Ndus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *