BERITABUANA.CO, LAMPUNG – FUSO Belajar & Menginspirasi merupakan lanjutan dari program FUSO Vocational Education Program (FUSO VEP) dimana dalam kegiatan ini KTB memberikan unit Colt Diesel sebagai materi praktik yang menjadi kurikulum sekolah, demikian diungkapkan President Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Atsushi Kurita,melalui siaran persnya kepada beritabuana.co, Senin (12/11)

“Secara berkala KTB memberikan pelatihan dasar otomotif (basic automobile) kepada para guru dan siswa SMK tersebut, serta di tahun ini juga, untuk pertama kalinya KTB mengadakan Kompetisi Keahlian Siswa yang diikuti oleh 550 siswa,” tambah Kurita.

program FUSO Belajar & Menginspirasi merukapak kegiatan untuk pertama kalinya dan sebagai salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus di bidang pendidikan, khususnya untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Program ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pemahaman kepada siswa mengenai dunia kerja, melalui berbagi pengalaman dan pengetahuan sehingga mampu memberikan inspirasi kepada siswa SMK. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan karyawan KTB sebagai sukarelawan untuk memberikan materi soft skill dan gambaran mengenai dunia kerja kepada siswa, agar mereka siap saat memasuki dunia kerja.

Pelaksanaan program “FUSO Belajar dan Menginspirasi” di SMK Muhammadiyah 2 Metro Lampung menjadi gelaran penutup dari rangkaian tahap I program ini yang sebelumnya telah dilaksanakan secara berturut-turut di empat kota besar yaitu Medan, Palembang, Banjarbaru dan Makassar selama bulan Oktober hingga November tahun 2018.

“Program CSR ini merupakan kontribusi KTB yang bertujuan untuk memajukan industri otomotif Indonesia melalui sektor pendidikan. KTB menilai bahwa kemajuan dapat didorong melalui peningkatan mutu pendidikan, dengan begitu diharapkan terlahir siswa-siswi unggul berprestasi yang dapat diserap oleh para pelaku industri”. ujar Presiden Direktur KTB.

Lebih lanjut disampaikan Atsushi Kurita bahwa KTB ingin membangun motivasi kepada para siswa bahwa SMK memiliki daya saing unggul berupa ilmu praktik dan teknis yang dapat langsung diterapkan dalam dunia kerja. “Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memberdayakan SMK dalam penyerapan tenaga kerja” imbuh Kurita.

Setelah usai dilaksanakan di lima kota selama periode Oktober-November 2018, tahap II dari program ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan Januari – Februari tahun 2019, di 5 kota di Pulau Jawa.(Lsw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here