Aduh, Angka Kematian di Papua Terus Bertambah

BERITABUANA, JAKARTA – Salah seorang tokoh Papua mengemukakan  naiknya tingkat kematian masyarakt di tanah kelahirannya itu. Lebih ironis lagi, bertambahnya jumlah masyarakat yang meninggal justru setelah diberlakukannya otonomi khusus (Otsus) Papua. Mestinya, dengan  kucuran anggaran Otsus  sampai trilunan setiap tahun, nasib masyarakat Papua akan semakin baik terutama dalam pelayanan kesehatan.

“Sejak ada Otsus, angka kematian masyarakat Papua jumlahnya bertambah besar dibanding sebelum ada Otsus,” kata  Samuel Tabuni kepada wartawan di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Samuel yang bekerja di Desk Papua Bappenas Provinsi Papua mengungkapkan ada beberapa faktor penyebab kematian masyarakat di wilayahnya, misalnya karena konflik atau bentrokan dengan aparat TNI/Polri, juga akibat adanya kekeratasan dalam rumah tangga. Masyarakat yang menjadi korban dari kejadian itu  dilarikan ke rumah sakit (RS), tetapi tak bisa ditangani dengan baik, hingga kemudian meninggal dunia.

“Sudah ada 400 an orang telah meninggal sejak bulan Januari hingga bulan ini. Di rumah sakit Papua 300 orang sejak bulan kemarin (Oktober),” kata Samuel seraya menambahkan, angka tersebut masih bisa bertambah jika di data dari RS lain seperti di Kabupaten Jayapura.

Tetapi kata Samuel, dari pemantauannya di ruang perawatan, jumlah yang meninggal di RS Dok Dua, Jayapura sudah mencapapai 421 orang. Sementara bulan lalu, di RS Dian Harapan (swasta), jumlah korban meninggal mencapai 283 orang.

Dia merasa prihatin dengan keadaan di tanah Papua, sumber daya alamnya melimpah, tetapi jumlah masyarakatnya mulai berkurang karena ada yang meninggal dunia.

Hal ini kata Samuel menjadi pertanyaan mereka. Belum lagi  kejadian belu lama ini yang dialami masyarakat Asmat atau di kabupaten lainnya, banyak jatuh sakit dan meninggal dunia karena kekurangan gizi.

Menurut Samuel, belum ada keseriusan pemerintah pusat terutama kementerian terkait untuk melakukan langkah-langkah pencegahan menangani kesehatan masyarakat Papua. Karena itu, dia mendorong dilakukan evaluasi secara total terkait keberadaan rumah sakit di Papua termasuk soal sarana dan prasarananya maupun tenaga medisnya.

Bagaimana pun pelayanan kesehatan masyarakat Papua harus prioritas, karena sudah begitu banyak masyarakat yang meninggal. Terlebih, rumah sakit milik pemerintah yang ada di Papua dibiayai dari dana Otsus. “Jangan sampai kematian ini dipolitisir,” imbuh Samuel.

Sebab kata dia, angka kematian ini sudah terlalu tinggi. Jadi, perlu dilakuan evaluasi secara total keberadaan RS di Papua, dan bila perlu Kementerian Kesehatan harus mengambil alih penanganannya. (Ndus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *