Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Tuguraci Babullah, Solusi Para Pelaku UMKM

BERITABUANA, TERNATE – Gagasan awal berdirinya Koperasi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Tuguraci Babullah berangkat dari keinginan para pendiri untuk  menolong para pedagang dan usaha kecil lainnya di Kota Ternate yang semakin terjerat oleh lintah darat (Rentenir)  dengan pinjaman bunga yang mencekik.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Koperasi LKM Tuguraci Babullah Ternate oleh Farida Abbas  di Kantor Pusat (LKM) Tuguraci Babullah Koloncucu, Ternate Utara, Sabtu (10/11/2018) kemari, saat berlangsungnya Rapat Pendiri, Pengawas, Pengurus, Anggota dan calon Anggota, dengan agenda, membahas pemantapan pengembangan koperasi LKM.

“Insha Allah, tujuan pendirian LKM ini membantu para pelaku UMKM agar mampu menjalankan usaha mereka,” terang Farida.

Farida Abbas mengatakan bahwa koperasi ini murni untuk membantu masyarakat dalam menigkatkan kemakmuran dan kesejahteraan. Terlebih, persyaratan yang diberikan koperasi sangat mudah karena masyarakat dapat dengan mudah mendaftarkan diri mereka dalam melakukan simpanan berjangka di LKM Tuguraci Babullah.

Sementara itu, Dr Kasman Hi. Ahmad yang juga pendiri Koperasi LKM Tuguraci Babullah Ternate menambahkan akan adanya program pemberdayaan bagi para anggota dan nasabah seperti Perencanaan dan Pengaturan Keuangan Keluarga, Spritual Coaching yang bertujuan mengedukasi para anggota dan nasabah terkait pentingnya hubungan Manusia dan Pencipta serta Manusia dan Manusia (Hablumnillah dan Habluminannas) dan banyak program pemberdayaan masyarakat lainnya.

“Bedanya LKM kami ini mencerahkan para nasabah agar tahu fungsi mereka sebagai khalifah di muka bumi yang bermanfaat bagi ummat yang lain serta tidak melupakan tujuan utama yakni menyembah kepada sang khalik Allah SWT,” tegas Kasman.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Gajali Abd. Mutalib sebagai pengawas Koperasi LKM Tuguraci Babullah Ternate ini berbeda dengan koperasi lainnya karena program pendampingan kepada para nasbah menjadi prioritas. Gajali yang juga pemiliki Kafe Alya ini menyoroti pentingnya edukasi kepada nasbah agar mereka concern pada pengelolaan uang untuk memperkuat bisnis yang dijalankan.

“Saya kan sering amati saudara-sadauara saya di beberapa pasar di Kota Ternate yang terjerat hutang karena uang yang mereka pinjam lebih banyak dikonsumsi daripada pemanafaatanya untuk usaha mereka, Yah sama saja bangkrut sehingga perlu pendampingan,” tutup Gajali. (Natsir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *