Tidak Aneh Kalau Pamdal DPR Lebih Dominan di Komplek Parlemen Senayan

BERITABUANA, JAKARTA – Komplek Parlemen Senayan berbeda dengan komplek perkantoran kementerian atau lembaga negara lain. Di Senayan ada tiga lembaga perwakilan, yaitu DPR, MPR dan DPD RI. Ketiga lembaga ini berada dalam satu areal dan lahan yang sama tetapi memiliki gedung masing-masing. Namun secara sepintas, lembaga DPR kelihatan lebih dominan, bahkan terkesan seperti lebih berkuasa dari MPR dan DPD seperti dalam pengamanan.

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI YOI Tahepary menyatakan tidak ada dominasi lembaga DPR di komplek parlemen Senayan. Jika ada kesan lembaga DPR lebih dominan, hal itu disebabkan karena kegiatan DPR berjalan setiap hari. Bahkan, pada saat reses, aktivitas dari Setjen DPR tetap berjalan seperti biasanya.

“Setjen DPR tetap melayani, karena kegiatan di DPR terus berjalan, tidak berhenti,” ujar Tahepary saat berbincang dengan beritabuana, Jumat (9/11/2018).

Hal tersebut membuat pengamanan di dalam komplek parlemen Senayan lebih ‘dikuasai’ pengamanan dalam (pamdal) dari Setjen DPR. Dari awal kata Tahepary, pamdal atau satuan keamanan DPR sudah ada, dan jumlahnya terus bertambah. Tidak heran, hampir semua titik di dalam komplek parlemen Senayan dijaga oleh pamdal DPR termasuk areal perparkiran.

“Tidak ada yang aneh, hal ini sesuai dengan fungsi Setjen dan Badan Keahlian DPR RI, yang harus memberi dukungan kepada anggota 560 anggota DPR,” ujar Tahepary.

Dari pantauan beritabuana, komplek parlemen Senayan nyaris semuanya mendapat penjagaan dari pamdal DPR RI. Mulai pintu masuk kendaraan dan pejalan kaki di sisi Jalan Gatot Subroto dan Jalan Lapangan Tembak, dijaga oleh pamdal DPR.

Sementara pengamanan dari setjen MPR maupun DPD tidak ada, tetapi mereka hanya bertugas di gedung Nusantara III dan Nusantara V dengan jumlah yang terbatas.

Menurut Tahepary, jika pamdal dari MPR dan DPD mau membantu penjagaan di pintu masuk, tidak ada masalah.

“Silahkan saja mereka bertugas bersama pamdal dari DPR, tidak ada yang menghalangi mereka,” katanya seraya menambahkan, tetapi perlunya koordinasi antar pengamanan ketiga lembaga.

Dia memberi contoh, dalam acara kenegaraan, seperti pidato kenegaraan Presiden RI, pamdal dari MPR dan DPD turut serta membantu pengamanannya.

“Jadi, tinggal berkoordinasi saja, supaya tidak ada masalah, tidak ada yang merasa lebih berkuasa,” kata Tahepary. (Ndus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *