89 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi dari Tawau ke Nunukan

BERITABUANA, JAKARTA – Pemerintah Malaysia melalui pihak Imigrasinya di Tawau, melakukan deportasi 89 WNI yang sempat menghuni pusat tahanan sementara ke Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (8/11/2018).

Ke-89 WNI ini terdiri 65 laki-laki, 21 perempuan dan 3 anak-anak. Mereka umumnya terdiri Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terlibat sejumlah kasus hukum di negara jiran tersebut.

Menurut Dirjen Imigrasi Dr Ronny F. Sompie, ke-89 PMI/WNI diserahkan pihak Imigrasi Tawau ke Perwakilan Pemerintah RI di Tawau kemudian diberangkatkan dengan kapal ke Pelabuhan Tunontaka, Nunukan, Kalimantan Utara.

Mereka dideportasi karena 43 orang tidak punya dokumen resmi, 10 orang terlibat masalah ilegal, 17 orang terlibat narkoba, 8 overstay, kasus kriminal 6 orang, tindak pidana perdagangan orang 1, saksi kasus pembunuhan 2 dan 1 lahir di Tawau.

Diakui mantan Kadiv Humas Polri ini, setibanya di Nunukan mereka segera diberikan pengarahan dari sejumlah intansi yang tergabung dalam Satgas Penanggulan PMI bermasalah, yang terdiri dari Kepolisian, Imigrasi, Disnaker, TNI, BP3TKl dan Dinas Kesehatan.

Dari tempat penampungan Satgas, mereka kemudian akan dipulangkan ke daerah masing-masing. Menurut Ronny, peristiwa deportasi ini merupakan masalah yang sering menimpa PMI/WNI di Malaysia. “Seharusnya ini jadi pelajaran berharga bagi para calon pekerja migran kita yang ingin bekerja di luar negeri. Sebaiknya berangkat melalui saluran-saluran resmi,” jelasnya. (nico)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *