Media Sekarang Lebih Difungsikan Sebagai Framing Informasi

BERITABUANA, JAKARTA – Media kini menjadi sarana transformasi yang membedakan antara abad 20 dan 21. Jika pada abad 20, media lebih difungsikan sebagai alat menyampaikan informasi, namun pada abad 21 media lebih difungsikan sebagai alat untuk menyampaikan framing informasi.

Penilaian ini disampaikan pengamat politik Bonny Hargens diskusi bertemA “Menjaga Independensi Media Jelang Pilpres 2019” di Media Center Gedung DPR RI, Kamis, (8/11/2018),

Lanjut Bonny, tak heran jika antara media yang dimiliki oleh politisi memiliki sudut pandang atau framing yang berbeda dalam menyampaikan informasi.

“Ini jadi tugas berat bagi seluruh pihak karena wartawan yang meliput pun juga tidak punya kewenangan dalam menyajikan framing berita,” ujarnya.

Karena, Bonny menyatakan kalau framing berita lebih dipengaruhi oleh redaktur pelaksana atau pemimpin redaksi.

“Setelah menyampaikan paparan dari masing-masing narasumber, diskusi dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab antara hadirin dengan narasumber,” ujarnya.

Kesempatan sama, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo atau akrab disapa Stanly, mengungkapkan bahwa Dewan Pers tidak bisa menjadi hakim dalam mengusut media yang partisan, karena Undang-Undang (UU) tidak mengamanatkan itu. Dewan Pers pun juga memiliki keterbatasan anggaran ditiap tahunnya.

“Pada tahun 2019 saja Dewan Pers hanya mendapatkan anggaran Rp 19 miliar,” bebernya. (Ndus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *