Menelusuri Kemegahan Stasiun Tanjung Priok

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Setelah belasan tahun tidak pernah berkunjung ke kawasan Setasiun Tanjung Priok yang dulu dikenal angker dan kumuh sekarang telah berubah jauh. Saat berada disana hanya kemegahan dan keindahan bangunan peninggalan jaman Belanda.

Roda kereta Uap yang pernah berjaya di jamannya. (Savor)

Bagaimana tidak jalur kereta ini dihidupkan kembali setelah tidak digunakan sejak 20 tahun lalu. KRL Jakarta Kota-Tanjung Priok akan melintasi dua stasiun, yakni Kampung Bandan dan Ancol.Panjang lintasan ini lebih kurang delapan kilometer.

Sebetulnya sejak dahulu kemegahan Stasiun Tanjung Priok diakui diakui dunia. Menurut sejarah, stasiun yang berada di utara Jakarta ini dibangun pada tahun 1885. Stasiun yang merupakan pintu gerbang transportasi Hindia-Belanda ini kemudian dipugar dan diperbesar pada tahun 1914 pada masa Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg yang memerintah Batavia dari tahun 1909 hingga tahun 1916.

Atap melengkung dari baja(Savor)

Stasiun Tanjung Priok bangun oleh Ir.C.W Koch seorang insinyur utama dari Staats Spoorwegen (SS-Perusahan kereta api hindia belanda). Stasiun ini di bangun di atas lahan seluas 46.930 m2 dengan luas bangunan 3768 m2 yang megah dan mewah, dengan langgam bangunan art deco, dan memiliki fasilitas 8 peron,

Pada jamannya Stasiun Tanjung Priok dilengkapi juga dengan penginapan, di lantai dua tempat penumpang yang datang dari luar negeri melalui kapal besar yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Kebanyakan dari mereka sedang menunggu jadwal keberangkatan kereta, semacam transit sebelum ke tempat tujuan.

Sedangkan untuk menyelesaikan stasiun ini, diperlukan sekitar 1.700 tenaga kerja dan 130 di antaranya adalah pekerja berbangsa Eropa. Stasiun Tanjung Priok pada saat itu di bangun untuk menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Batavia Centrum yang berada di selatan, selain itu juga untuk keperluan militer juga untuk mengangkut hasil bumi.

Peron luas dengan 10 Jalur Rel (Savor)

Stasiun yang mirip Centraal Station di Amsterdam ini merupakan stasiun terbesar di Asia Tenggara. Uniknya, di stasiun ini terdapat sejenis bunker dan terowongan yang katanya bisa tembus ke Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu, stasiun ini sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup memadai saaat itu. Mulai dari sebuah restoran yang sangat keren dengan lift yang digunakan untuk mengantar makanan ke pengunjung yang menginap di sana.

Saat ini bangunan stasiun bersejarah ini masuk dalam daftar cagar budaya yang harus dilindungi, Meskipun bulan depan stasiun ini akan kembali dibuka untuk umum. (Lsw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *