Lanjutan Sidang Korupsi Pengelolaan Dana Pensiun Pertamina

BERITABUANA, JAKARTA – Sidang lanjutan perkara korupsi pengelolaan dana pensiun PT. Pertamina (Persero) senilai Rp 1,4 triliun di PT. Sugih Energy Tbk. (SUGI) dengan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya (ESS) kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018) kemarin.

Terdakwa Edward Seky Soeryadjaya hadir didampingi oleh kuasa hukum dan istrinya, Atilah Soeryadjaya. Agenda sidang mendengarkan saksi-saksi fakta yang dihadirkan oleh penasihat hukum terdakwa.

Saksi yang dihadirkan diantaranya Gani Christopher Stanley, seorang warga negara Singapura dan Aditya Seky Soeryadjaya, anak dari terdakwa Edward Seky Soeryadjaya.

Dalam kesaksiannya, Gani Christopher Stanley yang merupakan mantan anak buah terdakwa ESS di Ortus Holding, Ltd. mengaku mengetahui proses terjadinya transaksi jual-beli saham oleh PT Sugih Energy, Tbk (SUGI) dimana terdakwa ESS sebagai pemegang saham mayoritas.

“Saya di Ortus Holding sebagai bagian keuangan sejak 2012 sampai 2015. Tugas saya memonitor saham dan memonitor uang masuk-keluar saham PT. Sugih Energy,” ujar Christopher dalam kesaksian di persidangan.

Christopher juga mengetahui bahwa terdakwa ESS merupakan pemilik saham mayoritas SUGI, yakni sebesar 24 Milyar. Selaku Direktur Ortus Holding, Ltd yang merupakan pemegang saham mayoritas PT. Sugih Energy, Tbk terdakwa ESS tentunya memiliki kewenangan dalam mengontrol transaksi jual-beli saham.

Sementara itu, saksi lain yang hadir yaitu anak dari terdakwa, Aditya Seky Soeryadjaya tidak banyak memberikan keterangan dalam persidangan. Ia hanya ditanya seputar hubungannya sebagai anak dari terdakwa. Dan banyak menjawab tidak tahu dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Seperti diketahui, Edward Seky Soeryadjaya (ESS) terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) Tahun Anggaran 2014-2015, khususnya pada penempatan investasi saham PT Sugih Energy.

Kasusnya berawal pertengahan 2014, ESS selaku Direktur Ortus Holding, Ltd yang merupakan pemegang saham mayoritas PT. Sugih Energy, Tbk (kode saham: SUGI) berkenalan dengan M. Helmi Kamal Lubis (saat ini sebagai terdakwa).

Perkenalan ini dimaksudkan meminta agar Dapen Pertamina membeli saham SUGI. Lalu, ESS telah menginisiasi M Helmi Kamal Lubis untuk membeli saham SUGI total sejumlah 2.000.000.000 lembar saham SUGI senilai Rp. 601 miliar melalui PT. Millenium Danatama Sekuritas.

Atas permintaan Ortus Holding, Ltd, uang yang diterima oleh PT. Millenium Danatama Sekuritas telah dipergunakan untuk menyelesaikan pembayaran kewajiban pinjaman/kredit dari Ortus Holding, Ltd.

Seperti, pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp. 51, 7 miliar. Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp. 10, 6 miliar. Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI milik Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp. 52, 6 miliar dan pembayaran kewajiban Sunrise Aseet Grup Limited kepada Credit Suisse total sejumlah Rp. 29, 2 miliar.

Pembayaran pinjaman dengan jaminan repo saham SUGI dari Ortus Holding, Ltd, total sejumlah Rp. 461, 4 miliar. Perbuatan Muhammad Helmi Kamal Lubis dalam pembelian saham SUGI diduga mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. Rp. 599, 4 miliar. (Adri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *