Melestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak Internasional 1 November 2018

by -

BERITABUANA, TERNATE – Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional 1 November 2018, SD Katolik Santa Theresia Ternate menyelenggarakan rangkaian kegiatan di luar Sekolah yang cukup menarik. Salah satu kegiatan yang patut diapreasiasi dari Sekolah yang memiliki moto “Anak Senang, Guru Tenang, Orang Tua Bahagia” adalah permainan tradisional.

Wakil Kepala Sekolah bagian kurikulum SD Katolik Santa Theresia Ternate, Sity Khadija A, Masud S.Pd mengajak semua pihak agar melestarikan kembali permaian-permaian tradisional, yang hampir ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini, terutama bagi anak-anak.

Indonesia sebagai Negara yang kaya akan warisan budaya terlebih Maluku Utara adalah negeri para raja yang menjadi destinasi dari bebagai penjuru dunia adalah potensi lokal yang patut kita lestarikan, dan salah satunya adalah permainan tradisional. 

“Kami sangat menekan akan pentingnya permainan tradisional sebagai bentuk apreasiasi terhadap kearifan lokal Moluku Kie Raha,” kata Sity Lhadijah kepada beritabuana di Ternate, Jumat (2/11/2018).

Dengan semangat, ia memaparkan tema besar Hari Anak Internasional adalah “Kegiatan Belajar Diluar Kelas” dengan mempromosikan permainan tradisional sebagai penyeimbang dari berbagai macam permainan modern yang  ditemukan baik secara online ataupun offline dan sangat mudah untuk diakses oleh anak-anak.

“Tak sedikit orang tua yang membiarkannya bahkan ada pula orang tua yang menfasilitasi di rumah, dengan alasan sebagai hiburan anak ketika anak-anak berada di rumah. Selain disediakan di rumah, banyak juga orang-orang yang membuka usaha game seperti playstation, game online, dan lain-lain,” katanya.

Menurut Sity, apabila hal ini berjalan tanpa adanya pengawasan dari orang tua tentu cukup berbahaya bagi perkembangan anak. Karena dengan permainan-permainan modern secara tidak sadar kita menjerumuskan anak ke hal yang bisa berdampak negatif.

Seperti misalnya anak sulit untuk bersosialiasi, karena anak hanya selalu beriteraksi dengan permainan modern, dimana permainan-permainan modern saat ini biasanya hanya dilakukan sendiri tanpa adanya interaksi dengan orang lain.

“Selain itu pula anak akan menjadi pasif dalam kehidupan nyata, ketika anak-anak yang sudah kecanduan tehadap game maka cendrung anak akan pasif dalam kehidupan nyata, lebih memilih berdiam diri di rumah sambil bermain game, dibandingkan bermain dengan teman-temannya,” cetusnya.

Sity membeberkan bahwa permaian modern dengan permainan tradisional, tentunya akan lebih banyak manfaatnya permainan tradisional dibandingkan dengan permainan modern.

Beberapa manfaat permaian tradisional : Melatih interaksi sosial anak, dengan melalui permainan tradisional anak akan belajar berinteraksi sosial dengan teman-temannya, hal ini tentunya sangat baik bagi perkembangan anak.

 

Melatih anak untuk belajar kerjasama, dengan melalu permainan tradisional juga bisa memberikan anak untuk belajar kerjasama dengan teman-temannya. Melatih anak untuk menjadi kreatif, permainan tradisional adalah permaina yang tidak memiliki peraturan secara tertulis, dan biasanya peraturan permainan akan disepakati oleh semua anggota, sehingga dalam hal ini tentu perlu kreatifitas anak untuk melakukan permainan agar menjadi menarik.

Melatih emosi anak, hampir setiap permainan tradisional dilakukan secara kelompok, sehingga dalam hal ini dapat membangun emosi anak timbul toleransi, empati terhadap orang lain, sikap sportif, dll.

Pantauan beritabuana saat meliput sejumlah permaianan tradisional yang dimankan oleh para siswa yang didampingi oleh para gurru, seperti cenge-cenge (engklek), tali tampurung (batok kelapa), bakiak, main goro (tali gelang), dan masih banyak lagi. Sementara itu Nampak para guru, orang tua dan siswa sangat bersemangat mengikuti berbagai permainan tradisional. 

“Perlu kita lestarikan dan perkenalkan kembali kepada anak-anak, agar tidak ditinggalkan. Karena dengan melestarikan permainan-permainan tradisional juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, terutama wisatawan asing manca negara,” tutup Wakasek Sity. (Natsir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *