BERITABUANA, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan suap pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumem, Tahun Anggaran 2016, Taufik Kurniawan mangkir dari pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Taufik yang saat ini masih menjabat Wakil Ketua DPR itu, sedianya akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Mangkirnya politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dari pemeriksaan itu disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi awak media di Gedung Merah Putih KPK Jalan Kuningan Raya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Dijelaskan Febri, Taufik Kurniawan melalui penasihat hukum nya menyampaikan surat ke komisi antirasuah untuk dilakukan jadual ulang pemeriksaan terhadap dirinya.

“Ya, tadi penasihat hukum TK, datang membawa surat permintaan penjadwalan ulang,” ujar dia.

Febri juga mengatakan bahwa panggilan kali ini merupakan penjadwalan ulang dari pemeriksaan sebelumnya. Penjadwalan pemeriksaan perdana, pada Kamis 25 Oktober lalu, hanya saja karena Taufik berhalangan hadir, maka penjadwalan ulang pun dilakukan pada hari ini.

“Kuasa hukum TK meminta untuk penjadwalan ulang ketiga pada Kamis 8 November mendatang. Permintaan itu kami akan kami pertimbang, mengingat tim penyidik KPK juga memiliki agenda pemeriksaan lain dalam kasus yang berbeda,” sebutnya.

Sebelumnya surat permintaan penundaan pemeriksaan itu diserahkan oleh kuasa hukum Taufik Kurniawan, Arifin Harahap. Ia menyebut bahwa kliennya sedang ada kegiatan kenegaraan yang harus dihadiri sehingga tak bisa memenuhi panggilan penyidik KPK.

“Kami datang ke KPK atas nama tim kuasa hukum menyampaikan ke tim penyidik bahwa klien kami enggak bisa hadir hari ini karena ada kegiatan reses kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan oleh beliau,” kata Arifin seraya memastikan bahwa kliennya akan memenuhi panggilan KPK pada Kamis (8/11) mendatang.

Sebelumnya, penyidik sudah memeriksa tiga saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Taufik. Para saksi tersebut merupakan terpidana kasus yang sama.

Beberapa saksi terpidana dalam kasus Kebumen sudah diperiksa di Lapas masing-masing sebelumnya, diantaranya, Khayub Muhamad Lutfi, Adi Pandoyo dan Mohammad Yahya Fuad.

KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar yang merupakan bagian dari komitmen fee 5 persen atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen yang disahkan sebesar Rp 93,37 miliar.

Taufik menerima suap tersebut dari Bupati nonaktif Kebumen Muhammad Yahya Fuad. Yahya sebelumnya sudah dijerat KPK dalam kasus suap DAK bersama delapan orang lainnya. (Ardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here