Akhirnya Gus Hayid Pinang Santri ‘Of The Year 2017’, Izza Nur Layla

BERITABUANA, JEMBER- Setelah ditinggal Istri tercinta Hj Nia Fitriyati wafat saat melahirkan putra ke 4, awal Ramadan lalu, KH. Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid melepas masa lajangnya dengan meminang santri terbaik tahun 2017 untuk kategori santri berprestasi tingkat Internasional Izza Nur Layla.

Karena prestasi ini, Ning Izza berhak mendapat beasiswa dari Kementrian Agama yang bekerjasama dengan Badan Kebendaharaan Thailand (SBPAC) untuk kuliah di kampus Rajamangala University of Technology Srivijaya (RMUTS) Thailand dengan mendapatkan beasiswa penuh hingga lulus.

“Alhamdulillah, Tsummmal Alhamdulillahirobbil Alamin. Mohon doa restunya untuk pernikahan kami ini. Semoga menjadi keluarga yang ‘Sakinah Mawaddah Warrahmah’, ” harap Gus Hayid seusai akad nikah di Jember, Jatim, Sabtu (27/10).

Hadir dalam pernikahan Gus Hayid dan Ning Izza ini selain Menaker RI M Hanif Dzakiri dan Ibu Ma’rifah Hanif serta jajaran staf Kemnaker RI dan kolega Gus Hayid dari berbagai daerah. Selain itu, Bupati Lumajang Cak Thoriqul Haq dan istri juga hadir selain kiai-kiai di Lumajang dan Jember.

“Alhamdulillah, pak Menteri, pak Bupati, dan guru-guru saya kiai dari Jember dan Lumajang ikut menjadi saksi dan memberikan doa restu. Sungguh kami ikut senang dan bahagia dengan rawuhnya beliau semua, apalagi saya melihat kiai Muhyiddin Abdussomad, Kiai Mukhlis Lumajang, Kiai Adnan Syarif dan kiai lainnya. Juga putra-putranya mbah kiai Ahmad Siddiq dan bani Siddiq, ada Gus Seif, Gus Hisyam, Gus Robit dan Gus-gus Asparagus Jember,” terang Gus Hayid yang juga caleg DPR RI dari PKB dapil Lumajang Jember ini.

Sementara itu acara resepsi pernikahan yang digelar di Gedung Keluarga Alumni Universitas Jember berjalan lancar dan sukses hingga acara usai pukul 4 sore.

Tamu yang hadir ikut memenuhi acara dalam rangka memberikan doa restu dan ucapan selamat kepada mempelai pengantin dan keluarga dari awal sampai akhir acara dengan diiringi hiburan musik khas padang pasir pimpinan Gus Seif.

Sementara itu, Ning Izza juga merasa bersyukur bisa langsung mendapat jodoh seusai menyelesaikan masa studinya di Thailand. Hal ini membuat dia lebih ringan menjalani kehidupan karena sudah ada suami yang menjaganya ketika mengejar mimpi untuk melanjutkan studi program masternya tahun depan.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur, karena setelah diberi kemudahan lulus S1 di Thailand, langsung dikasih hadiah suami yang baik dan pinter. Sudah nggak ngerepoti orang tua lagi karena audah ada yang jagain lahir dan batin,” kata gadis 23 tahun ini.

Untuk diketahui, sebagai penerima beasiswa di Thailand, Ning Izza berhak menikmati pelayanan yang istimewa selama kuliah di negara yang dipimpin King Bhumibol Adulyadej itu. Living cost, biaya kuliah (full scholarship), ditanggung pemerintah setempat.

Selain itu, Izza masih mendapatkan uang saku sebesar 4.500 baht setiap bulannya selain fasilitas lainnya.

Selamat menempuh hidup baru Gus Hayid dan Ning Izza. Samara Selalu ya. (Mar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *