BERITABUANA, JAKARTA – Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (31/10/2018) menyetujui Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapat Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2019 menjadi UU APBN. Pemerintah dan DPR sepakat menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3 persen, inflasi 3,5 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp 15.000/US$, tingkat suku bunga SPN 3 bulan 5,3 persen, harga minyak mentah Indonesia US$70 per barel, lifting minyak bumi 775 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.250 ribu barel setara minyak per hari.

Dengan asumsi dasar ekonomi makro itu ditambah berbagai langkah kebijakan yang akan ditempuh di tahun 2019, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, pendapatan Negara ditetapkan sebesar Rp 2.165,1 triliun. Sementara, anggaran belanja Negara ditetapkan sebesar Rp 2.461,1 triliun.

“Dengan demikian, defisit anggaran dalam APBN tahun 2019 mencapai Rp 296,0 triliun atau setara dengan 1,84 persen dari PDB,” kata Sri Mulyani saat menyampaikan pendapat pemerintah dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto.

Menurut Sri Mulyani, defisit tersebut merupakan yang terendah sejak lima tahun terahir, mencerminkan kuatnya kesepakahaman pemerintah dan DPR untuk menciptakan APBN yang sehat dan berkelanjutan.

“Meski defisit APBN 2019 ditetapkan lebih rendah dari perkiraan deficit di tahun 2018, namun pemerintah tetap menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif untuk mendukung kegiatan ekonomi dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja Negara, sehingga tetap member dorongan yang optimal bagi perekonomian nasional,” beber Menkeu.

Ditambahkan, target penerimaaan perpajakan tahun 2019 disepakati sebesar Rp 1.786,4 triliun. Strategi dan kebijakan perpajakan tahun 2019 adalah dengan melakukan penggalian sumber pendapatan Negara dengan tetap mendukung iklim investasi dan daya saing ekspor, serta terus mendorong peningkaan kepatuhan, melalui reformasi administrasi perpajakan yang lebih sederhana dan transparan.

Untuk penerimaan Negara bukan pajak (PNPB) tahun 2019 ditargetkan mencapai Rp 378,3 triliun atau naik 8,3 persen terhadap perkiraannnya di APBN 2018. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here