BERITABUANA, JAKARTA – Anggota Komisi II DPR dan Fraksi Pengusul Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Agama, Ahmad Baidowi mengatakan tim panja telah memperjuangkan RUU tersebut sejak lama, termasuk pembahasannya. Hanya saja, ia merasa sorotan terhadap RUU itu minim.

“Kalah sama UU MD3 misalnya, jadi banyak yang merasa tidak tahu,” ujar Baidowi berbicara dalam diskusi Forum Legislasi tentang “RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan” di Media Center Gedung Nusantara III DPR RI, Selasa (30/10/2018).

Politisi dari PPP ini mengatakan, DPR telah dan akan terus menampung masukan akan RUU tersebut. DPR juga membuka diri pada usulan untuk melakukan pertemuan dan diskusi secara rutin untuk membahas RUU tersebut.

“Saya setuju harus dilakukan diskusi intensif lebih lanjut. Datangkan pemerintah dan tokoh-tokoh agama agar semua bisa tertampung dan komprehensif,” ujarnya.

Namun, dirinya menampik jika ada yang menyebut RUU itu hanya mengutamakan sebagian golongan. Khususnya pihak Nahdlatul Ulama (NU).

“Tidak demikian. Kalau soal tata bahasa ya mungkin memang harus disinergikan lagi. Tapi tidak benat kalau hanya mewakilkan NU,” tegas Baidowi. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here