BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan belasungkawa dan turut berduka cita atas meninggalnya empat pegawai Kejaksaan yang turut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin (29/10) pagi.

“Semoga para korban mendapat tempat yang terbaik di sisi Nya dan diampuni semua dosa-dosanya. Tak lupa kami doakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Prasetyo saat menyambangi rumah keluarga jaksa Andri Wiranofa di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

Andri merupakan Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Bersama istrinya, Nia Soegiono, Andri berencana kembali ke Pangkal Pinang setelah menghabiskan akhir pekan bersama keluarga di ibu kota.
Namun sayangnya nasib berkata lain, pesawat Lion Air yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Andri meninggal dua putri yang berusia 12 tahun dan 7 tahun.

Jaksa Agung juga menyambangi rumah keluarga Sandi Johan Ramadhan (nomor manifest 122, seat 7F), jaksa fungsional Kejati Babel di Perumahan Perindustrian Duret Sawit, Kalimalang, Jakarta Timur dan rumah keluarga Dody Junaedi (nomor manifest 075, seat 19E), Kasi Pidsus Kejari Pangkal Pinang, di daerah Rempoa, Tangerang Selatan.

Didampingi para Jaksa Agung Muda, Kepala Badiklat serta jajaran pejabat eselon II yang terlihat dari wajahnya turut berduka, Jaksa Agung memberikan santunan kepada para keluarga korban.

“Sumbangan spontanitas ini kami galang terutama untuk biaya pendidikan anak korban, sebab pendidikan adalah bekal penting di masa depan. Sumbangan ini kemungkinan akan bertambah hasil pengumpulan dari para jaksa se-Indonesia,” kata Prasetyo kepada wartawan.

Kejaksaan juga akan mendampingi keluarga korban hingga jenazah ditemukan dan dapat dimakamkan dengan layak.

Jaksa Andri Wiranova saat ini masih tercatat sebagai peserta Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklat PIM) III yang diselenggarakan Badiklat Kejaksaan di Ceger, Jakarta Timur.

Kepala Bidang Program dan Evaluasi pada Badiklat Kejaksaan Fri Hartono membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (30/10).
“Benar yang bersangkutan (Andri Wiranofa–Red) sedang mengikuti Diklat PIM III sejak bulan 20 Agustus 2018,” tutur Fri Hartono.

Namun, kata dia, saat kejadian jatuhnya pesawat Lion di perairan Karawang status Andri Wiranofa sedang off kampus untuk mempersiapkan ujian akhir labararorium kepemimpinan.

“Rencananya ujian terakhir tersebut akan diselenggarakan tanggal 30 November 2018,” katanya seraya menyebutkan Andri angkatan ke-2 Diklat PIM III yang diikuti 20 peserta terdiri dari para Koordinator dan Kabag Tata Usaha di Kejaksaan Tinggi. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here