BERITABUANA, JAKARTA – Pemerintah diminta supaya menyurati produsen pesawat Boeing untuk membuat klarifikasi penyebab  jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Senin lalu. Hingga saat ini, jatuhnya pesawat berpenumpang 189 orang itu masih tanda tanya, apakah karena technical error atau human error.

“Kami anjurkan pemerintah mengirim surat ke produsen Boeing, perusahaan ini perlu memberi klarifikasi,” kata anggota Komisi V DPR Yoseph Umarhadi menjawab beritabuana di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, tidak lama setelah take of dari bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Pangkal Pinang. Pesawat ini adalah jenis Boeing 737 MAX 8 yang baru dioperasikan maskapai Lion Air.

Selain masih pesawat baru,  pilot  dan co pilot Lion Air JT 610 itu sudah memiliki jam terbang yang memadai. Tidak hanya itu, penerbangan Senin pagi itu juga dikabarkan  dengan kondisi cuaca yang bersahabat.

Karena itu perrtanyaan yang belum terjawab sampai saat ini adalah penyebab jatuhnya Lion Air tersebut.

“Apakah ini faktor technical error atau human error,” kata Yosep Umarhadi.

Karena itu dia berpendapat perlu penelitian untuk mengetahui penyebabnya termasuk melibatkan Boeing sebagai produsen pesawat ini.

Menurut Yoseph, produsen Boeing yang bermarkas di Chicago, Amerika Serikat berkepentingan untuk mengklarifikasi mengingat pesawat Lion Air yang jatuh itu masih baru sehingga keadaannya diyakini begitu baik.

“Kalau mereka tidak klarifikasi, saya kira mereka yang akan mengalami dampak buruknya, misalnya bisa bangkrut,” kilah Yoseph.

Menurut dia, musibah pesawat Lion Air JT 610 gaungnya besar, terbukti keluarnya peringatan dari Australia kepada warganya untuk tidak menggunakan pesawat Lion Air.  (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here