Tragedi Memilukan Lion Air di Perairan Tanjung Karawang

TRAGEDI jatuhnya pesawat Lion Air bernomor JT-610, milik maskapai penerbangan PT. Lion Mentari Airlines diperairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018). Penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang. mengangkut 188 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang, yang kesemuanya meninggal dunia.

Mengacu pada jumlah korban jiwa, kecelakaan Lion Air kali ini yang merenggut 188 nyawa merupakan kecelakaan pesawat komersial yang terburuk sejak tahun 1997, alias dalam 20 tahun terakhir.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan bahwa pesawat Boeing 737 Max 8 milik PT Lion Mentari Airlines dengan kode penerbangan JT-610 jatuh di Laut Jawa. Insiden ini merupakan tragedi terburuk di industri penerbangan nasional dalam 2 dekade terakhir.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah berada di lokasi jatuhnya pesawat, yang kebetulan berdekatan dengan salah satu platform milik PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Upaya penyisiran dan pencarian tubuh pesawat masih berlangsung sampai sekarang.

“Betul, jatuh di area blok ONWJ (Offshore North West Java), sekitar lapangan Mike tapi jauh dari fasilitas PHE ONWJ,” kata VP Relations PHE Ifki Sukarya dalam pesan singkatnya pada Senin (29/10/2018). (CS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *