BERITABUANA.CO, JAKARTA – Penerbangan Lion Air nomor penenerbangan JT 610 Boeing 737 MAX 8 dengan rute Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06:20 WIB menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang)

Pesawat Lion Air JT 610 yang hilang jenis Boeing 737 Max 8, termasuk jenis pesawat baru di jajaran Lion Air. Pesawat 737 MAX 8 didisain berjumlah 180 kursi. Keistimewaan pesawat Boeing 737 MAX 8 berbeda dengan pesawat Boeing 737 lainnya di Lion Air. Pesawat ini lebih hemat bahan bakar dan suasana kabin yang lebih senyap. Bahan bakar 737 MAX lebih hemat 20 persen dari generasi 737 sebelumnya. Daya jelajah terbang 3.500 mil laut (6.500 km).

Sedangkan di sektor mesin dan aerodinamika, B 737 MAX 8 mengusung desain winglet terbaru, yang dijuluki Scimitar Winglet. Ujung sayap B 737 MAX 8 terlihat seperti dibelah dua, satu menjulur je atas dan satu ke bawah. Inilah ciri utama pesawat ini. Winglet di ujung sayap berguna untuk memecah turbulensi udara yang terjadi di ujung sayap, saat pesawat berjalan dalam kecepatan tinggi.

Turbulensi yang dihasilkan itu menghasilkan drag (daya hambat). Dengan winglet tambahan di ujung sayap, turbulensi udara dpecah dan meminimalisir drag sehingga mesin lebih hemat bahan bakar dan suaranya senyap.

Untuj mesin yang digunakan 737 MAX jenis terbaru CFM LEAP 1B yg suaranya lebih senyap dibanding jenis mesin sebelumnya CFM 56. Boeing mengklaim hingga tahun 2015 Boeing telah menerima pesanan 3000 pesawat 737 MAX di seluruh dunia. Lion Air pertama kali mengoperasikan pesawat ini Juli 2017 lalu.(Lsw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here