BERITABUANA, JAKARTA – Tepat pukul 19.30 WIB, dan disiarkan langsung stasiun televisi RCTI, Timnas U – 19 akan bertarung dengan Timnas U – 19 Jepang. Tak ada kata menyerah bagi Tim Garuda Muda Nusantara ini. Hanya satu pilihannya, yakni menang, menang dan menang. Tak ada kata menyerah apalagi kalah. Terlebih saat ini momennya pas, di Tanah Air tercinta persis hari besejarah, Sumpah Pemuda.

Sumbangan terbaik, tentunya bagi para pemuda Indonesia, yang terbaik untuk bangsa. Dalam hal tersebut Tim Garuda Muda Nusantara ini harus berjuang habis-habisan. Karena secara invidu dan teknis tak ada perbedaan antara Timnas dan Jepang. Jika Jepang memiliki Takefusa Kubo, yang sering dijuluki sebagai ‘Messi’ negeri Sakura, Timnas juga memiliki Eggy Maulana Vikri. Antara Takefusa dan Eggy sama-sama efektif bermain dengan kaki kirinya. Bedanya, Takefusa pernah berguru langsung di akademi sepak bola Barcelona La Masia pada tahun 2011-2015.

Tapi itu bukanlah ukuran, bahwa Takefusa lebih baik, dan dapat mengantarkan Jepang kembali mengikuti ajang Piala Dunia FIFA tahun 2019, di Polandia, bila nanti malam berhasil mengalahkan Indonesia.

Di tambah lagi, Jepang, juara Piala U-19 Asia tahun 2016. Dan di Grup B, di mana mereka menjadi pemimpin klasemen, Jepang seolah dengan mudah menaklukkan lawan-lawannya. Baik Korea Utara, Thailand dan Irak dibantai dengan skor meyakinkan, selisihnya minimal dua gol. Bahkan di laga kontra Korut dan Irak, Jepang melesakkan lima gol.

Jepang menjadi yang tersubur di fase grup Piala U-19 Asia 2018 dengan memasukkan 13 gol dari tiga laga dan hanya kebobolan tiga gol.

Lagi,  ke-13 gol Jepang dari delapan pemain berbeda di lini serang dan gelandang yakni Koki Saito (tiga gol), Taisei Miyashiro (tiga gol), Taichi Hara (dua gol), Kyosuke Tagawa (satu gol), gelandang Hiroki Ito (satu gol), Hiroki Abe (satu gol), Takefusa Kubo (satu gol) dan Yuta Taki (satu gol).

Dengan debut itu, ya tentu semuanya akan  bertimbang bahwa  hampir semua pemain sektor tengah dan depan di tim asuhan pelatih Masanaga Kageyama mampu mencetak skor.

Bagi Masanaga tak ada masalah melakukan rotasi di barisan penggedor karena kualitas pemain yang hampir setara.

“Semua pemain sudah tampil baik sejauh ini dan kami ingin memenangi laga melawan Indonesia demi melangkah ke Piala U-20 Dunia di Polandia,” ujar Masanaga.

Lalu, bagaimana dengan Timnas Garuda Muda Nusantara? Gentar. Ooooh … Jawabannya tentu tidak. Meski situasi tersebut memang  menyulitkan bagi Indonesia yang kebobolan tujuh gol di Grup A yang didapatkan dari dua laga yakni ketika menghadapi Taiwan dan Qatar.

Satu-satunya laga di mana Indonesia tidak kebobolan adalah di pertandingan ketiga grup menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) yang dimenangkan dengan skor 1-0, meski ketika itu skuat berjuluk Garuda Nusantara bermain dengan 10 orang setelah bek tengah sekaligus kapten tim Nurhidayat Haji Haris dikartu merah.

Nah, 10 orang pemain mampu menahan gempuran UEA, ditambah berhasil menambah 4 gol hingga menjadikan skor 5 – 6 saat lawan Qatar, itu sudah menjadi ukuran bahwa Timnas U – 19, tak kalah hebatnya dengan Jepang.

Meski semua harus dilakukan dengan dukungan strategi, di mana saat bertahan melawan UEA, Timnas Garuda Nusantara menumpuk pemain di lini belakang dan menyisakan dua pemain cepat yakni Todd Rivaldo Ferre dan Witan Sulaeman di lini depan untuk serangan balik.

Artinya, untuk mencetak gol ataupun mencuri kemenangan dari Jepang, strategi bertahan-serangan balik seperti itu boleh saja kembali diterapkan oleh Indonesia. Konsekuensinya memang tidak akan banyak gol yang dihasilkan, tetapi setidaknya serangan Jepang akan teredam.

Tapi, strategi seperti menumpuk pemain dibelakang, juga harus dipertimbangkan matang,  mengingat Jepang memiliki barisan penyerang dan gelandang bernaluri “membunuh” tinggi.

Memanfaatkan situasi bola mati (set piece) juga menjadi salah satu sumber gol kala berhadapan dengan tim bertipe menyerang seperti tim Negeri Sakura. Jangan lupa, pemenang laga ini berpotensi ditentukan dari babak adu tendangan penalti.

Nah, apa pun yang terjadi nantinya. Intinya satu, mentalitas, semangat tak kendur dan menganggap semua tim tak istimewa menjadi kunci kemenangan.

Pelatih timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri, menyatakan, Witan Sulaeman dan rekan-rekan mempunyai semangat menggebu untuk laga kontra Jepang. “Pemain siap menghadapi laga nanti,” ujar Indra.

Timnas U-19 Indonesia juga nanti akan diuntungkan karena akan mendapat dukungan dari puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Berikut prakiraan susunan pemain laga hidup dan mati Timnas Garuda Nusantara dan Timnas U – 19 Jepang;

INDONESIA U-19 (4-2-3-1): (1) Muhammad Riyandi; (13) Rachmat Irianto, (18) Indra Mustafa, (20) Asnawi Mangkualam, (11) Firza Andika; (7)Luthfi Kamal, (17) Syahrian Abimanyu; (15) Saddil Ramdani, (8) Witan Sulaeman, (14) Feby Eka Putra; (19) Hanis Saghara
Pelatih: Indra Sjafri

JEPANG U-19 (4-4-2): (12) Kosei Tani, (2) Shunki Higashi, (15) Ayumu Seko, (4) Daiki Hashioka, (5) Yukinari Sugawara; (18) Koki Saito, (7) Hiroki Ito, (8)Kanya Fujimoto, (14) Yuta Goke; (11) Kyosuke Tagawa, (9) Takefusa Kubo
Pelatih: Masanaga Kageyama. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here