KOMUNITAS Bela Indonesia (KBI) menggelar pelatihan juru bicara di Kota Manado dari Jumat hingga Senin (29/10/2018). Sebanyak 40 peserta yang datang dari berbagai kota dan kabupaten di Sulut mengikuti pembekalan tersebut.

Komunitas Bela lndonesia dalam rilisnya mengatakan, para peserta dibekali berbagai materi seperti menulis, berdebat dan termasuk menguasai manajemen medsos. KBI menggandeng mitra lokal Gerakan Cinta Damai Sulawesi Utara (GCDS) untuk menyukseskan pelatihan yang mengacu pada buku panduan yang disiapkan. Salah satunya buku berjudul Rumah Bersama Kita Bernama lndonesia, yang ditulis Denny JA dan Tim.

Gerakan Cinta Damai Sulut merupakan suatu wadah yang menghimpun berbagai organisasi baik lintas iman, gender, maupun orientasi seksual. Organisasi ini berdiri 10 Desember 2016 bertepatan dengan hari HAM internasional.

GCDS mempunyai agenda bulanan door to door di rumah para anggotanya yang memiliki identitas berbeda. Dalam pertemuan itu, mereka mendiskusikan isu-isu kontemporer terkait soal keragaman baik lokal maupun nasional.

Pelatihan Juru Bicara Pancasila berangkat dari kesadaran untuk menumbuhkan dan menguatkan Pancasila sebagai ideologi yang sebenarnya bukan hanya tanggungjawab pemerintah atau negara.

Trauma doktrinasi Pancasila ala Orde Baru harus dijawab dengan membuat penguatan ideologi Pancasila menjadi bagian dari tanggungjawab bersama.

Tak hanya Pancasila, hal-hal terkait keberagaman pun perlu digaungkan kembali karena Indonesia sebagai rumah bersama harus dirawat oleh semua elemen bangsa.

Kagumi Manado Kota Toleran.

Sementara itu, dalam sambutannya, Anick HT, koordinator KBI, mengungkapkan kekagumannya pada Manado yang dikenal sebagai kota toleran. Disebutnya, Indonesia butuh Orang Manado untuk lebih banyak bersuara.

“Manado menjadi provinsi kedua belas dari rangkaian penyelenggaraan Pelatihan Juru Bicara Pancasila di 25 provinsi. Pelatihan diadakan agar orang-orang baik seperti Anda berteriak. Sekarang saatnya orang waras tidak boleh diam, karena kebaikan memang harus ditebarkan,”ujarnya.

KBI lewat pelatihan-pelatihan yang diadakan terus mencetak sebanyak mungkin para Juru Bicara Pancasila untuk mengkampanyekan konten terkait kebhinekaan dan antiterorisme.

Mereka memproduksi konten-konten positif berupa video dan meme dari para peserta dari berbagai daerah, sehingga setidaknya mencoba menghalau konten-konten negatif seperti ujaran kebencian yang biasanya semakin marak di media sosial terutama di tahun politik seperti sekarang ini.

Pelarihan juga melibatkan jaringan lintas agama dan lintas elemen dari 34 provinsi di lndonesia. Diharapkan juga akan terbentuk jaringan nasional yang melakukan agenda-agenda yang berorientasi merawat kebhinekaan dan toleransi di lndonesia. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here