BERITABUANA, JAKARTA – Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser NU, di Garut, Jawa Barat, nampaknya akan terus bergulir. Mencengah hal-hal yang tak diinginkan, Menkopolhukam Wiranto menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa.

Wiranto meminta agar kasus tersebut diselesaikan secara hukum yang berlaku. Jangan sampai setiap kelompok membuat dalil hukum masing-masing, kemudian berujung pada aksi demonstrasi yang justru membuat rugi negara.

“Percayakan kasus pembakaran bebdera di Garut, Jawa Barat, kepada hukum, yakni pihak kepolisian,” kata Wiranto di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (25/10/2018)

Wiranto mengakui, pasti ada kesalahan baik disengaja atau tidak. Namun harus diingat menjaga suasana tenang jelang pemilu amat lebih penting.

uga mengajak semua pihak untuk menjaga suasana damai menjelang Pemilu 2019.

“Mari kita jaga suasana tenang jelang pemilu, kemarin kita berhasil sewaktu pilkada, Asian Games hingga Asian Paragames. Mari diselesaikan secara Islami, tenang, kalau dalam Islam ada istilah ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan semangat tabayyun mencari kebenaran melalui hukum yang berlaku di negeri ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wiranto mengaku sudah mendapat kabar bahwa tiga pelaku pembakar bendera telah meminta maaf atas nama pribadi, bukan atas nama organisasi.

“Ketiganya sudah minta maaf kok, mereka bilang melakukannya secara pribadi, lalu organisasi menyerahkannya kepada pihak kepolisian, tinggal kita tunggu saja proses hukumnya,” kata Wiranto. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here