BERITABUANA, JAKARTA – Angka 7 (tujuh) memiliki arti dan makna tersendiri bagi calon legislatif (caleg) petahana Irjen Pol (P) Eddy Kusuma Wijaya. Karena itu, dia justru bangga ketika DPP PDI Perjuangan menempatkan dia di nomor urut 7 dalam daftar caleg dari daerah pemilihan (dapil) Banten 3 di pemilu 2019.

“Malah bagus itu. Nomor urut kan bukan kita yang milih, tetapi keputusan partai, tidak kita pilih dan tidak kita minta,” ujar Eddy tertawa saat berbincang dengan beritabuana di Gedung DPR RI, Kamis (25/10/2018).

Dalam penilaiannya, nomor 7 adalah nomor baik. Apalagi jika dihubungkan dengan Joko Widodo atau Jokowi sebagai Presiden RI yang ke 7. Eddy pun menyebut, hidup kita ini sedang memasuki zaman ke 7, yakni pada masa pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden RI ke 7 yaitu Jokowi.

“Ini berarti ada tanda-tanda zaman yang diturunkan oleh Tuhan untuk negeri kita ini,” kilah Eddy sembari mengutip pendapat orang yang bijak, yang menyatakan bahwa sorga itu ada di langit ke 7.

Tidak sampai disitu, Eddy juga mengingatkan bahwa surat Al Fatihah ada 7, kemudian batu permata yang paling indah ada di laut dalam yang ke 7, termasuk mas yang paling mulia ada di tanah lapis ke 7. Dan, ilmu yang paling sakti pun adalah ilmu ke 7.

“Dan, semua itu bukan sekedar kata-kata,” ujar Eddy yang pernah menjadi Direktur Akademi Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Widyaiswara/Sespim/Sespala Polri.

Mengetehaui akan arti dan makna angka 7 itu, Eddy pun mengklaim bahwa kemajuan dan kejayaan Indonesia ada pada Presiden RI ke 7 yaitu Jokowi.

Untuk itu tambah Eddy, kesempatan yang diberi partainya sebagai caleg dengan nomor urut 7 adalah perjuangan untuk menjadi anggota DPR RI pada pemilu 2019, termasuk memenangkan Jokowi menjadi Presiden RI periode kedua.

“Ini kalau menurut saya adalah nomor kebesaran dari Allah Subhanallohu wata’ala,” kata Eddy.

Guna meraih kembali kursi DPR RI ini serta pemenangan Jokowi-Maruf Amin, Eddy menyatakan tetap berdoa meminta pertolongan dan kekuatan pada Allah SWT, tetapi disertai kerja keras dengan strategi maupun teori-teori pemenangan.

Intinya menurut dia, bagaimana dirinya sebagai caleg dan Jokowi sebagai calon presiden dapat dicintai oleh rakyat pemilih di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Sehingga dalam masa kampanye pemilu sekarang ini, dirinya sudah turun ke bawah melakukan tatap muka dengan masyarakat. Namun dikatakan, dia tidak sekedar tatap muka dengan masyarakat, tetapi juga meresapi akan perasaan masyarakat itu sendiri.

“Saya membaur dengan masyarakat dengan memahami perasaan mereka,” ujarnya.

Apalagi pengakuan Eddy, motivasinya terjun menjadi politisi dan menjadi anggota DPR ingin berjuang bersama wong cilik, bagaimana dia mengangkat harkat dan martabat wong cilik menjadi masyarakat yang sejahtera. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here