BERITABUANA.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi Sastra sebagai tersangka atas dua kasus dugaan korupsi. Selain Sunjaya, status tersangka juga disematkan KPK terhadap Gatot Rachmanto, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Cirebon. Penetapan ini dilakukan KPK setelah memeriksa Sunjaya dan Gatot serta empat orang lainnya yang turut ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Cirebon, Rabu (24/10) kemaren.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (25/10).

Alex memaparkan, dalam kasus pertama, Sunjaya diduga telah menerima suap dari Gatot melalui ajudannya. Suap sebesar Rp 100 juta yang diberikan kepada Sunjaya itu merupakan fee atas mutasi dan pelantikan Gatot sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Cirebon. Tak hanya dari Gatot, Sunjaya juga diduga menerima setoran serupa dari pejabat-pejabat di lingkungan Pemkab Cirebon sebesar Rp 125 juta melalui ajudan dan sekretaris pribadinya.

“Modus yang diduga digunakan adalah pemberian setoran kepada Bupati setelah pejabat terkait dilantik. Nilai setoran terkait mutasi ini diduga telah diatur mulai dari jabatan Lurah, Camat hingga Eselon 3,” kata Alex, sapaan Alexander Marwata.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Sunjaya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sedangkan Gatot yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk kasus kedua, Sunjaya juga diduga telah menerima fee dengan nilai total sekitar Rp 6,425 miliar. Uang yang disimpan dalam rekening atas nama orang lain tersebut diduga merupakan fee yang diterima Sunjaya terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Cirebon.

“Selain pemberian tunai terkait mutasi jabatan, diduga SUN (Sunjaya) juga menerima fee total senilai Rp 6.425.000.000 yang tersimpan dalam rekening atas nama orang lain yang berada dalam penguasaan Bupati yang digunakan sebagai rekening penampungan, terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Cirebon tahun anggaran 2018,” papar Alex.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya dalam kasus ini, Sunjaya dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12B atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here