BERITABUANA, JAKARTA – Dalam tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ada fenomena mundurnya sejumlah kader hingga pengurus partai ditingkat wilayah. Setelah Bali, dan Sumut, kini menyusul 80 orang pengurus dan kader PKS Kabupaten Banyumas.

Menanggapi hal tersebut, politisi PKS Fahri Hamzah dalam pesan singkatnya yang diterima wartawan, Rabu (24/10/2018) menyebut bahwa fenoma itu akibat adanya pakta integritas yang merupakan sumpah setia atau baiat ulang kader kepada pimpinan PKS.

“Kader dianggap tidak loyal sampai teken lagi surat itu (pakta integritas). Tak hanya Banyumas dan Bali, banyak kejadian mundurnya pengurus DPW PKS di daerah lain. “Memang banyak sekali,” kata Wakil Ketua DPR RI itu.

Mereka, lanjut Fahri disuruh menyatakan loyalitas kepada partai dengan tanda tangan di atas materai 6.000. “Itu kan aneh,” ucap politisi asal Nusa Tenggara Batrat itu.

Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kabupaten Banyumas, Machfulyono mengatakan pengunduran diri itu berawal dari kegiatan Educational Leadership Training PKS pada 6 Oktober lalu di Purwokerto.

Saat itu, seluruh pengurus dan kader diminta menandatangani pakta integritas hitam di atas putih yang berisi pernyataan loyalitas pada partai. Padahal hak tersebut sangat jarang terjadi dalam partai.

“Penandatanganan pakta integritas sangat jarang terjadi dalam partainya. Kita harus tanda tangan di atas meterai bagi yang loyal, dan bagi yang tidak mau tanda tangan, otomatis mungkin dikatakan tidak loyal,” sebutnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here