BERITABUANA, JAKARTA – Bekas Menteri Sumber Daya Kemaritiman, Rizal Ramli memenuhi panggilan Dirkrimum Polda Metro Jaya terkait laporan Partai Nasdem. Rizal Ramli yang akrab disapa RR itu pada hari ini didampingi 40 tim pengacara.

“Terima kasih kepada teman-teman lawyer membela rakyat miskin dengan cara otonomi. Kami melihat ada panggilan kepada Rizal Ramli atas laporan Partai Nasdem. Surat panggilan yang disampaikan ke Rizal Ramli, kami melihat tidak ada surat perintah penyelidikan, sedangkan kita tau penyelidikan itu untuk rangkaian yang dilakukan penyidik untuk menentukan apakah ada peristiwa pidana atau tidak,” ujar Otto Hasibuan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Menurut Otto, ketika saya share berita minta bantu bang Rizal Ramli karena mau membela petani dan nelayan dalam waktu hanya 4 jam terkumpul 720 orang. Dan pada waktu besoknya sampai 1500 orang yang bersedia membantu, setelah itu kami stop.

“Laporan kepada Rizal Ramli, kami baca sebenarnya tidak sesuai dengan fakta. Ada bagian tertentu yang dihilangkan dari ucapan Rizal Ramli dan ada yang dikutip secara berbeda. Sehingga kami tidak tau sebenarnya yang dilaporkan ini pembicaraan Rizal Ramli yang mana,” jelas Otto.

Kalau benar ada hang dihilangkan ini perisitwa hukum tersendiri. Nanti kita klarifikasi ke penyidik kenapa ada bagian pembicaraan atau omongan dari Rizal Ramli dihilangkan dari laporan tersebut

Muda-mudahan tidak ada kriminalisasi kepada seorang tokoh-tokoh lagi. Kriminalisasi terhadap tokoh pembela petani nelayan di republik ini kami percaya polisi muda-mudaan bisa profesional.

“Kami membawa bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Kita prepare saja karena kita tidak tau polisi mau tanya apa. Rekaman pembicaraan Rizal Ramli kita siapkan, kita ketik ulang,” bebernya.

Rizal Ramli dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik dan atau fitnah dan atau Tindak Pidana Bidang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap Ketua Umum Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh. Dia dilaporkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (DPP Partai Nasdem).

Pelaporan itu menyusul pernyataan Rizal dalam program ‘Sapa Indonesia Malam’ di Kompas TV tanggal 4 September 2018 dan program ‘Indonesia Business Forum’ di tvOne tanggal 6 September 2018. Saat itu Rizal diduga melakukan pencemaran nama baik dan fitnah kepada Surya Paloh.

Laporan bernomor TBL/4963/IX/2018/PMJ/Dit Reskrimum tanggal: 17 September 2018. Dia diancam dengan Pasal 310 KUHP dan atau 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 Tahun 2016 tentang perubahan UU RI No.11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here