BERITABUANA, JAKARTA – Tim dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) datang ke Polda Metro Jaya, untuk memeriksa tersangka kasus berita hoax Ratna Sarumpaet pada Rabu (24/10/18). Pemeriksaan terhadap Ratna Serumpaet ini atas beberapa laporan yang masuk ke Bawaslu terkait kasus tersebut.

Ratna diperiksa lantaran sejumlah pihak melaporkan penyebaran hoax penganiayaan Ratna sebagai bentuk kampanye hitam ke Bawaslu. Apa yang dilakukan Ratna dirasa melanggar deklarasi kampanye damai.

Dari pantauan beritabuana di lapangan, ada beberapa orang Bawaslu yang hadir di sana. Salah satunya membawa sebuah printer. “Ada empat orang, nanti ya nanti,” ujar salah satu orang tim Bawaslu yang tidak diketahui namanya di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (24/18/18).

Mereka tidak menjelaskan apa yang akan mereka gali dalam pemeriksaan tersebut. Adapun soal kenapa membawa sebuah printer dalam pemeriksaan tersebut.

Para anggota Bawaslu itu langsung berjalan masuk ke ruang Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum setibanya di sana tanpa berkata banyak pada awak media.

Dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoax sendiri Ratna Sarumpaet sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Ratna ditangkap polisi, Kamis (4/10/2018) malam di Bandara Soekarno Hatta saat hendak bertolak ke Santiago, Cile.

Ratna ditangkap atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terkait penganiayaan terhadapnya. Aktivis kemanusiaan itu disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara. (CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here