BERITABUANA, BOGOR – Data rekam medis atau database medical record wajib dimiliki oleh rumah sakit yang menjadi mitra PT. Jasindo dalam meng-cover kesehatan bagi Anggota DPR RI dan keluarganya melalui Program Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama). Anggota BURT DPR RI Rendy M. Affandy Lamadjido menekankan pentingnya data rekam medis untuk memudahkan RS dan para medis dalam menangani pasien.

“Rumah sakit yang menjadi mitra PT Jasindo wajib memiliki database medical record, khususnya dalam melayani pasien penerima Program Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama),” ungkap Rendy saat mengikuti Kunjungan Kerja BURT DPR RI ke RS Hermina Bogor, Jawa Barat, Senin (22/10/2018). Kunker ini dipimpin oleh Wakil Ketua BURT DPR RI Agung Budi Santoso.

Legislator PDI-Perjuangan itu mengatakan, banyak terjadi masalah ketika penanganan pasien, hingga muncul insiden yang fatal, bahkan meninggal, karena proses penanganan sejak awal yang tidak tepat atau mungkin pemberian obat yang salah. Menurut Rendy, hal itu karena RS tidak memiliki database medical record pasien penerima Jamkestama.

Rendy menyampaikan pernah terjadi pada tahun 2006 silam, karena ketidaktahuan tenaga medis akan riwayat kesehatan Anggota DPR RI saat penanganan, sehingga yang terjadi pasien malah menjadi bengkak-bengkak dan mukanya hitam hingga tak tertolong lagi, hingga akhirnya meninggal dunia. Itu karena kesalahan pemberian obat kepada pasien yang ternyata memiliki alergi pada obat tersebut.

“Ini menjadi pelajaran kita semua bahwa medical record atau data rekam medis ini penting untuk kecepatan penanganan jika terjadi insiden. Para dokter bisa melihat riwayat si pasien pernah mengalami tindakan operasi apa saja misalnya, adakah alergi terhadap obat-obatan tertentu. Penanganan pertama ini maha penting sekali,” jelas Rendy.

Di sisi lain, Rendy menilai penggunaan chip harus segera direalisasikan oleh PT. Jasindo, sebagai upaya mem-back up data riwayat kesehatan para Anggota DPR RI dan keluarganya. Data tersebut nantinya juga di-share ke semua rumah sakit yang menjadi provider layanan Jamkestama.

“Kalau ini sudah terlaksana, bila ada Anggota DPR yang terkena serangan saat berkunjung ke daerah lain, maka penanganan pertama akan lebih mudah dan cepat dengan tersedianya informasi awal dari si pasien,” imbuh legislator dapil Sulawesi Tengah itu.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua BURT DPR RI Agung Budi Santoso bahwa bahwa penggunaan chip harus segera direalisasikan oleh PT. Jasindo guna mempermudahkan dalam penanganan pasien Jamkestama. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here