BERITABUANA, SURABAYA – Seniman legendaris Gombloh, disebut Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno sebagai seniman pejuang ekonomi kreatif. Dari itu ia mengharapkan dan mendoakan akan terlahir lagi seniman-seniman menyerupai Almarhum Gombloh.

“Sejak lahir hingga wafat, Gombloh mampu menginspirasi bangsa ini dan beliau adalah pejuang ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga di sela berziarah ke makam Gombloh di Tempat Pemakaman Umum Tembok Surabaya, Minggu (21/10/2018).

Menurut Sandiaga, selama hidupnya Gombloh banyak melahirkan karya berkualitas, bahkan setelah wafat karya-karyanya masih dikenang dan selalu menjadi penyemangat, terutama lagu berjudul “kebyar-kebyar” yang sampai sekarang selalu dikumandangkan di banyak acara.

Sandiaga menilai lagu tersebut sangat membangkitkan gelora siapapun masyarakat yang mendengarnya dan bermakna sebagai ajakan agar rakyat selalu berjuang dalam membangun ekonomi, serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Terlebih, tambah Sandiaga, segmen ekonomi kreatif menjadi fokus dan bidikan Prabowo-Sandiaga, sehingga rakyat lebih sejahtera.

Gombloh memiliki nama asli Soedjarwoto Soemarsono. Dia kelahiran Jombang, Jawa Timur, yang wafat di usia 40 tahun dan dimakamkan di TPU Tembok Surabaya.

Selain Kebyar-Kebyar, beberapa lagu balada yang diciptakan Gombloh, antara lain Berita Cuaca, Doa Seorang Pelacur, Kilang-Kilang, Nyanyi Anak Seorang Pencuri, Selamat Pagi Kotaku, termasuk lagu bertema nasionalisme, seperti Dewa Ruci, Pesan Buat Negeriku, dan BK.

Ziarah Pencipta Lambang NU

Sebelum berziarah ke makam Gombloh, Sandiaga Uno juga menyempatkan ziarah ke makam pencipta lambang NU, KH Ridlwan Abdullah, di tempat pemakaman umum yang sama.

Menurut dia, sosok KH Ridlwan sangat penting bagi NU, karena mampu menciptakan lambang yang filosofinya sangat toleran dan membuktikan bahwa Islam adalah agama “Rahmatan Lil’alamin”.

Lambang bola dunia, lanjut dia, merupakan simbol bahwa NU adalah organisasi untuk semua golongan, menjadi panutan dan merupakan organisasi yang kerap dijadikan referensi untuk mencari sejarah Islam.

“Dari lambang saja sudah memperlihatkan bahwa NU itu mempersatukan dan menyebarkan pesan damai,” katanya. (Sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here