BERITABUANA, CIREBON- Banyaknya Masjid yang kosong melompong meski bangunanya megah dan mewah membuat keprihatinan banyak kalangan. Tak terkecuali generasi muda.

Atas dasar itulah, para pemuda yang masih memiliki kepedulian terhadap kemakmuran masjid yang mulai ditinggalkan anak-anak muda zaman now ini mendeklarasikan Jaringan Pemuda Masjid Indonesia (JAPMI).

“Bismillahirrahmanirrahim, dengan niat khidmah karena Allah dan lillahi taala, saya siap mengabdi untuk diperintah menjadi Ketum JAPMI (Jaringan Pemuda Masjid Indonesia),” kata KH. Muhammad Nur Hayid saat didaulat sebagai Pemimpin JAPMI dalam acara deklarasi di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (19/10).

Menurut Gus Hayid, panggilan akrab Kiai Muhammad Nur Hayid ini, visi organisasi baru ini sangat sederhana dan tak muluk. Yaitu, bagaimana mengajak para pemuda kembali rajin ke masjid, meramaikan dan memakmurkan masjid serta menjadikan masjid mwnjadi tempat menarik untuk berkumpul, baik untuk salat berjamaah, taklim dan ngaji maupun untuk belajar bermasyarakat dan ekonomi.

“Visinya organisasi JAPMI ini sederhana saja, bagaimana membuat anak muda Indonesia menjadi cinta masjid. Sementara, misinya bagaimana menjaga masjid tetap bersih, nyaman dan tetap teduh dan damai serta makmur dan bikin sejahtera dunia akherat,” terang Stafsus Menaker RI ini.

Mantan Sekretaris Dubes RI untuk Aljazair ini juga mengajak kepada para pemuda muslim di Indonesia untuk bergabung dengan JAPMI. Alasannya, dengan ikut organisasi ini, selain akan termotivasi untuk peduli kepada masjid, juga akan melahirkan disiplin sholat berjamaah dan belajar serta menjaga masjid dari ajaran-ajaran melenceng yang suka mengkafirkan dan membid’ahkan kelompok lainnya.

“Bagi yang ingin sukaes dunia dan akhirat, ayo gabung gerakan ini. Sebab, selain menjadi gerakan perekat NKRI, JAPMI juga akan menjadi gerakan pengawal Islam Ahlussunah Waljamaah yang sesuai dengan ajaran rasulullah,” tegas Gus Hayid yang juga Caleg DPR RI nomor 8 dari PKB dapil Lumajang- Jember ini.

Selain menetapkan Gus Hayid yang juga Pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat sebagai Ketua Umum JAPMI, deklarasi yang dilakukan oleh ketua dewan pembina JAPMI Kiai Abdul Manan Abdul Ghoni juga menetapkan saudara Fauzan Amin sebagai Sekjen JAPMI.

Saat dideklarasikan ini sudah terbentuk perwakilan di 5 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota. Diharapkan sebelum akhir tahun 2018 ini sudah terbentuk di 20 provinsi dan 300 kabupaten kota diseluruh Indonesia.

Sehingga, lanjut Gus Hayid tahun 2019 mendatang jumlah pengurus wilayah dan Kabupaten terdapat di seluruh Indonesia. (Mar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here