BERITABUANA, SONAGOAN – Di Wilayah Sundarbans, India, panen padi telah merosot sampai separuh selama dasawarsa terakhir. Ini desa terakhir yang berpenghuni jauh di dalam hutan bakau lebat di situ.

Hal ini karena naiknya permukaan air laut dan topan yang lebih kuat, yang berkaitan dengan perubahan iklim. Membuat air laut –yang bisa membunuh tanaman– masuk makin jauh ke daratan dan mengusir petani.

Namun, buat Susama Das dan suaminya, bermigrasi dari desa mereka di Negara Bagian Odisha di India, untuk menanam padi — yang membuat sakit punggung — dan bekerja di ladang udang, merupakan kegiatan yang layak dilakukan.

Karena secara bersama tim suami-istri ini memperoleh 17.000 rupee India (230 dolar AS) setiap bulan. Dua kali lipat dari yang mereka peroleh di tempat asal mereka.

Penghasilan itu telah membantu mereka membangun kembali rumah mereka untuk membuatnya jadi lebih aman. Menabung agar mereka bisa menyekolahkan putri mereka dan menghindari terjerumus ke dalam belitan utang dari rentenir, seperti yang pernah mereka lakukan.

“Meskipun saya menyerahkan seluruh penghasilan saya kepada suami saya, satu hal yang saya desak ialah putri saya –yang berusia 12 tahun– harus memperoleh pendidikan swasta sebab ia memiliki prestasi bagus di dalam studinya,” kata Das.

“Saya ingin ia menjadi polisi. Ia akan berdiri tegak bersama orang-orang besar,” kata perempuan yang berusia 31 tahun itu kepada Thomson Reuters Foundation yang dikutip antara, Jumat (19/10). Saat itu ia sedang berlibur di Sundarbans.

Perubahan iklim menambah cepat migrasi di seluruh dunia, terutama di tempat seperti Bangladesh. Di sana cuaca yang lebih berat dan kenaikan permukaan air laut membuat keadaan jadi lebih berat buat banyak keluarga untuk tetap tinggal di desa dataran rendah.

Buat mereka yang bermigrasi, kegiatan tersebut menciptakan masalah baru. Rumah dan pekerjaan sulit didapat di kota besar yang sudah padat penduduk seperti Dhaka, dan ketidak-pastian serta kelaparan dapat menyebar penyakit sosial, mulai dari pernikahan dini sampai prostitusi.

Namun, sebagian keluarga mendapati migrasi juga dapat menjadi jalan yang cerdik untuk menyesuaikan diri dengan tekanan iklim yang meningkat, menyediakan peluang baru untuk menghasilkan uang, menopang anggota keluarga di tempat asal serta mencoba pilihan baru.

Meskipun kebanyakan laki-laki yang bermigrasi dari Sundarbans, makin banyak perempuan sekarang bergabung dengan mereka, mencari cara untuk memperoleh pengganti bagi penghasilan yang merosot di tempat asal.

Di Wilayah Sundarbans di India, satu dari lima rumah tangga sekarang memiliki setidaknya satu anggota keluarga yang bermigrasi, dan di sub-kabupaten Gosaba, tempat Das tinggal, persentasenya lebih tinggi lagi, demikian studi 2018 yang dilakukan dalam proyek Deltas, Vulnerability and Climate Change: Migration and Adaptation (DECCMA) –yang didukung Pemerintah Kanada serta Inggris. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here