BERITABUANA, YOGJAKARTA – Partai Gerindra sepakat dengan apa yang disampaikan Gubernur Yogjakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bahwa saat ini demokrasi di Tanah Air sedang menghadapi berbagai ujian. Karena itu dibutuhkan sikap kedewasaan dalam menyikapi perbedaan.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Gerindra MPR Fary Djemy Francis saat menjadi narasumber diskusi seminar kebangsaan MPR RI bersama Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Yogyakarta, Jumat malam (20/10/2018), yang juga dihadiri langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Bahkan, menurut Djemy, demokrasi adalah cara paling tepat dalam menjalankan roda bernegara. Sementara, kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat.

“Ironisnya, kadang demokrasi saat ini malah melahirkan beragam persoalan. Seperti konflik horizontal, kampanye SARA, berita hoax, fitnah, money politics, dugaan keberpihakan penyelenggara dan lain sebagainya,” bebernya.

Padahal, lanjut politisi Gerindra itu, perbedaan dan perdebatan adalah hal biasa dalam demokrasi. Bangsa Indonesia pun bisa besar karena perdebatan panjang para founding father.

“Namun, perdebatan itu dilakukan bukan untuk menghancurkan, tetapi dengan semangat saling menguatkan,” tuturnya.

Karena itu, masih menurut Djemy pemerintah seharusnya berterima kasih kepada oposisi karena di saat pemerintah salah jalan, pihak oposisi lah yang meluruskan. Bila perlu jangan anggap oposisi sebagai musih berkompetisi, tetapi jadikan oposisi sebagai teman berdemokrasi.

Dicontohkan seperti Negara Timur Tengah yang memiliki suku dan budaya nyaris sama, kerap terlibat pertikaian dalam perbedaan. Sementara di Indonesia yang memiliki suku dan budaya bermacam-macam tetap bisa bersama-sama tanpa perpecahan.

“Inilah potret salah satu hikmah perbedaan,” pungkas Djemy. (Jimmy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here