Jaksa Agung Isyaratkan Mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin Bisa Jadi Tersangka Kasus Bansos

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Status mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin hingga kini masih berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) Pemprov Sumatra Selatan tahun 2013. Namun bukan tidak mungkin statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka. Demikian ditegaskan Jaksa Agung, HM Prasetyo saat ditanya mengenai perkembangan penyidikan kasus tersebut, Jumat (19/10), di Jakarta.

“Sebelum pada tersangka, kan ada tahapannya jadi saksi dulu. Artinya, ya bagaimana nanti hasil penyidikan selanjutnya,” kata Jaksa Agung.
Dugaan keterlibatan Alex Noerdin ini makin terkuak karena adanya fakta di persidangan terhadap dua terdakwa perkara Hibah, di Pengadilan Tipikor Palembang, Sumatera Selatan, atas nama Ikhwanuddin (Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Ikhwanuddin dan Kaban Pengelolaan Keungan) dan Aset Daerah Laonma Pasindka Tobing. Keduanya menyebutkan hanya menjalankan perintah atasan. Selain itu, juga ada temuan penyidik soal adanya bagi bagi kendaraan roda dua (sepeda motor) senilai Rp 26 miliar.

Karena itu, lanjut Jaksa Agung, jika dalam perkembangan ditemukan bukti kuat keterlibatan Alex Noerdin maka statusnya bisa menjadi tersangka. “Tentunya tergantung dari tahapan dari perkembangan penyidikan, apakah layak atau tidak,” tegasnya.
Disinggung apakah dalam waktu dekat Alex Noerdin akan dipanggil untuk diperiksa kembali, Prasetyo menegaskan semua itu tergantung kepentingan tim penyidik. “Sejauh diperlukan akan kita panggil, yang pasti dari kasus itu sudah ada yang diproses hukum dan diputus pengadilan,” jawabnya.

Sebelumnya, Mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin lebih memilih irit bicara usai menjalan pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) Pemprov Sumatra Selatan tahun 2013 yang diduga merugikan negara sekitar Rp21 miliar.
Alex Noerdin yang kini menjadi Calon anggota Legeslatif (Caleg) dari Partai Golkar menjalani pemeriksaan selama 6 jam di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Rabu (26/9). Alex Noerdin juga ogah menjawab pertanyaan awak media masa yang telah menunggunya terkait pemeriksaan. Ia lebih menjelaskan alasan dua kali ketidakhadirannya dalam panggilan penyidik.

Kasusnya berawal temuan perubahan anggaran tahun 2013. Semula Pemprov Sumsel menetapkan alokasi hibah dan bansos sebesar Rp 1,4 triliun dari APBD, lalu diubah menjadi Rp 2,1 triliun. Untuk mengungkap kasus ini ratusan bahkan sampai 1.000 saksi telah diperiksa penyidik,termasuk 140 lembaga swadaya masyarakat yang menerima pencairan dana hibah dan anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin‎.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menganggarkan dana untuk bantuan Hibah dan Bantuan Sosial dalam APBD sebesar Rp1.492.704.039.000. Lalu pada APBD Perubahan naik menjadi Rp2.118.889.843.100. Dengan rincian Dana Hibah Rp 2.118.289.843.100 dan Dana Bantuan Sosial Rp600.000.000.

Dalam kasus ini, penyidik menemukan dugaan penyelewenangan mulai dari perencanaan, penyaluran, penggunaan, dan pertanggungjawabannya. Semua proses tersebut langsung ditangani oleh Gubernur Sumatera Selatan tanpa melalui proses evaluasi/klarifikasi SKPD/Biro terkait. Sehingga diduga terjadi pertanggungjawaban penggunaan yang fiktif, tidak sesuai peruntukan, dan terjadi pemotongan. Oisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *