BERITABUANA, JAKARTA – Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Anton Sihombing menilai wajar muculnya wacana pemasangan kaca anti peluru di Gedung DPR RI. Hal ini sebagai tindak lanjut adanya 5 ruang kerja anggota DPR kena peluru nyasar dari Lapangan Tembak Senayan, milik Perbakin.

“Mestinya, pengamanan di Gedung DPR itu sama dengan di Istana Negara, karena merupakan objek vital negara,” kata Anton dalam Dialektika Demokrasi bertema “Tertembak Berkali-kali, Gedung DPR Masih Aman?” di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2018).

Politisi Partai Golkar itu mengaku heran dengan adanya pihak-pihak yang mempermasalahkan wacana tersebut. Padahal dalam peristiwa peluru nyasar itu ada dua orang nyaris tertembak dan 6 Ruangan telah kena tembak.

“Jadi kalau ada wacana pakai antipeluru ya biasa-biasa saja. Gedung-gedung departemen itu banyak pakai anti peluru. Kok kalau DPR usul, langsung semua sewot. Kami kan pejabat negara juga,” ujarnya.

Anton menjelaskan sudah seharusnya para anggota DPR mendapatkan jaminan keamanan. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama para anggota lainnya cukup bekerja keras selama ini.

“Kalau perlu, enggak ditutup itu lapangan tembak, apa salahnya kita pasang (anti peluru). Kalau ada yang mengatakan kelewatan, enggak mungkin lah. Eselon 4 eselon 8 itu dilindungi anti peluru. Ini pejabat negara 560 orang (anggota DPR) kita kerja keras di sini, dan kita yang bahas APBN dan Undang–Undang, tapi kenapa Sri Mulyani pelit ke DPR?” katanya.

Namun, menurut Anton, kepastian pemasangan kaca anti peluru nantinya akan dirapatkan dengan pemerintah. Solusi tersebut akan diambil jika Lapangan Tembak Perbakin tidak ditutup.

Dalam anggarannya pun, Anton mengatakan tidak menghabiskan biaya yang besar. Tapi DPR akan undang dulu Setneg, apakah bisa disetop (Lapangan Tembak), apa tidak.

“Enggak mahal. Di departemen saja dirjen bikin surat-surat Rp 8 milliar. Enggak ada seperlimanya ya,” pungkas Anton Sihombing. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here