BERITABUANA, JAKARTA – Insiden peluru nyasar di Gedung DPR RI yang kerap terjadi adalah peringatan buat para wakil rakyat bahwa tempat kerja mereka memang perlu pembenahan. Karena itu, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR harus lebih perhatian untuk pengamanan di Kompleks Parlemen.

Pendapat ini disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Al Habsyi berbicara dalam Dialektika Demokrasi bertema “Tertembak Berkali-kali, Gedung DPR Masih Aman?” di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2018).

Dijelaskan Habib Aboe Bakar kalau kejadian peluru nyasar, bukan pertama kali. Memang pernah ada kejadian tahun dulu ada ruangan TB Anggota F-PDI Perjuangan DPR Hasanudin.

“Tapi kemarin yang menariknya, lantai 13-16 dan terakhir beritanya berkembang menjadi enam titik yang terkena peluru nyasar. Jadi ini adalah sebuah peristiwa yang harus mendapat perhatian,” kata dia.

Apalagi, lanjut Habib Aboe Bakar, insiden peluru nyasar ini menjadi berita hangat dan nge-hit, dan bahkan mengubur berita-berita seperti kasus suap Meiarta, juga menguatnya dolar terhadap rupiah.

“Jadi menurut pandangan saya, kalau kita lihat kejadian seakan-akan latihan biasa. Tapi kalau seorang politisi mesti tak begitu melihatnya. Ini adalah sebuah peristiwa yang harus mendapat perhatian,” ujarnya.

Kesempatan itu, Habib Aboe Bakar mengaku sedih jika membandingkan gedung parlemen RI dengan parlemen di luar negeri. Bahkan, untuk memasuki kompleks parlemen di negara lain, sangat ketat pengamanannya.

“Kalau kita lihat keliling dunia, sedih lihat ruang kantor kita, kayak rumah orang susah. Tapi meski begitu kita bersyukur, dan al-hamdulillah kita sangat familier dan sangat kesederhanaan,” sebut salah satu ketua DPP PKS itu. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here