BERITABUANA, JAKARTA – Bareskrim Polri menangkap seorang wanita berisial EPL, yang merupakan mantan karyawan PT Reliance Securities. EPL ditangkap karena melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan saham gelap. Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian sebesar Rp 55 miliar.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan para korban dengan mudah percaya, lantaran EPL menggunakan kode obligasi FR0035 (BPJS) yang diterbitkan oleh Direktorat Pengelolaan Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan.

“Pelaku mengaku bekerja di perusahaan sekuritas dan menipu korban untuk melakukan investasi di pasar modal. Pelaku menyampaikan kepada publik bahwa dirinya orang yang bertugas di salah satu perusahaan sekuritas,” ujar Daniel di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

Daniel menambahkan, bahwa perusahaan sekuritas ini memiliki kemampuan keahlian bertransaksi, mentransaksikan, menanamkan, memainkan di pasar saham.

“Ternyata begitu kita cek, bahwa perusaha sekuritasnya tidak punya ijin lagi. Tidak punya kewenangan lagi transaksi, ijin segala macam dan nomor sebagai pialang juga sudah tidak ada,” paparnya.

Korban EPL rata-rata merupakan klien saat dirinya masih aktif bekerja sebagai Head of Wealth Management di PT Reliance Securities.

Menurut Daniel, korban terdiri dari dua kelompok besar. Salah satu kelompok terdiri dari satu keluarga. Total kerugian yang dihasilkan pelaku berjumlah Rp 55 milyar.

Pelaku disangkakan dengan tindak pidana penipuan dan penggelapan dan atau tindak pidana pencucian uang yang diatur dalam pasal 103 UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, atau pasal 378 KUHP dan pasal 6 UU tentang Pencegahan Pemberantasan Tindak Pencucian Uang. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here