BERITABUANA, JAKARTA – Hari ini, Sabtu (13/10) malam WIB, Asian Para Games 2018 di Jakarta resmi ditutup. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku puas dengan pencapaian Indonesia yang finis lima besar dengan koleksi 135 medali.

Closing Ceremony alias Upacara Penutupan Pesta olahraga atlet disabilitas Asia ini digelar di Stadion Madya, komplek olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Defile atlet berkursi roda dari 43 negara juga ikut mewarnai kemeriahan acara tersebut.

“Minggu ini adalah minggu yang bergelora bagi bangsa Indonesia dan Asia yang akan selalu dikenang dalam hati. Selama sepekan, kita telah diberi semangat oleh para atlet yang berjuang mendobrak batasan diri dan keluar sebagai pemenang,” kata JK dalam pidatonya.

JK juga mengatakan keberhasilan Indonesia dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018 dibarengi dengan prestasi atletnya. Anggapan tersebut mengarah pada perolehan medali yang melampaui target yang dibebankan.

“Presiden (Joko Widodo, Red.) meminta 16 medali emas, tetapi meleset, ya meleset ke atas. Indonesia mencapai prestasi terbaik dibandingkan dengan Asian Para Games sebelumnya, kita dapat 37 medali emas, 47 perak, dan 51 perunggu,” lanjut JK.

JK meminta semangat atet — khusunya Indonesia — bisa terus dipelihara hingga Asian Para Games mendatang. Rencananya digelar di Hangzhou, Cina, 2022.

Usai pidato wakil presiden, acara berlanjut dengan penurunan bendera Asian Paralympic Committee. Bendera ini kemudian diserahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua NPC Senny Marbun kepada Presiden Komite Disabilitas Cina, Zhang Haidi.

Kota Hangzhou di Cina akan menjadi tuan rumah berikutnya bagi pesta olahraga atlet disabilitas terbesar di Asia. (Daf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here