BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kasus dugaan korupsi penyelewengan keuangan di lingkungan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado dilaporkan ke Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung, Jumat (12/10).

Laporan disampaikan Dadang Suhendar SH dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Masyarakat Anti Korupsi (FMAK) langsung ditujukan ke Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) dengan sejumlah dokumen.

Dia menjelaskan berdasarkan laporan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam laporan  31 Juli 2018 ditemukan banyaknya pembukuan dan laporan yang tidak di dukung data yang jelas. 

“Data rekening pasar Manado  dari Bank Danamon dan Bank BRI tidak adanya mutasi atau pemasukan selama satu tahun dari tahun 2016-2017,” ujar Dadang Suhendra di Jakarta, Jumat (12/10).

Selanjutnya, kata Dadang, ada juga biaya perjalanan dinas Rp.519.125.402 untuk direksi dan pegawai tahun 2017 sampai sekarang tidak ada bukti SPJ-nya.

Lalu, pinjaman direksi sebesar Rp.1.233.479.499.93 dan pinjaman pegawai Rp.856.152.589.00. “pinjaman tersebut tidak di dukung  dengan rincian dan bukti legal dalam perjanjian oleh para pihak tersebut,” jelasnya.

Dia juga menegaskan laporan ini dilayangkan dengan sehubungan dengan program pemerintah dalam percepatan pemberantasan korupsi dan untuk mendukung terlaksananya clean goverment dalam pengelolaan keuangan serta pengawasan pada pekerjaan proyek yang bersumber anggarannya baik berasal dari dana APBD maupun APBN. 

Menurutnya, sangat diperlukan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk membantu lembaga judikatif dalam upayanya memberantas  korupsi.

“Ini agar pembangunan yang dilaksanakan hasilnya benar benar sesuai dengan anggaran yang ditetapkan dan bermanfaat bagi masyatakat. Juga untuk meminimalisir penyalahgunaan keuangan negara,” ujarnya. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here