BERITABUANA, JAKARTA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melakukan pelepasan bantuan tahap kedua berupa barang-barang yang akan dikirimkan untuk pengungsi dan korban bencana alam gempa dan tsunami di Palu, Donggala di Sulawesi Tengah.

Pelepasan dilakukan di kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018). Bantuan berupa bahan makanan, peralatan medis, pakaian, dan lain-lain, dibawa dengan menggunakan 10 unit truk.

“Bantuan ini dari teman-teman yang berempati dan bersimpati,” kata Megawati.

Bantuan itu akan disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan, yang memang sudah berada di Sulawesi Tengah, pada dua hari setelah bencana terjadi. Megawati mengucapkan terima kasih kepada relawan yang sudah bekerja tanpa pamrih.

“Sebab kalau bicara kemanusiaan memang kita itu harus ikhlas,” ujarnya.

Di acara pelepasan, selain dihadiri oleh Megawati dan para ibu yang mengorganisasi pengumpulan bantuan seperti Maria Ekowati, ada juga petinggi DPP PDIP. Seperti Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Wasekjen Eriko Sotarduga, serta para Ketua DPP Ribka Tjiptaning, Djarot Saiful Hidayat, dan Nusyirwan Soejono.

Hasto menjelaskan bantuan dengan volume 60 ton itu akan dibawa ke Sulteng melalui jalur darat dan udara. Salah satu maskapai penerbangan swasta nasional yang dimiliki Dubes RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana, bersedia membawa bantuan itu secara sukarela.

Sambung Hasto, bantuan ini merupakan yang kedua. Bantuan pertama dibawa langsung oleh relawan Baguna yang tiba di Palu pada 30 Oktober. Memang setelah kejadian bencana pada 28 Oktober, Megawati langsung memerintahkan agar seluruh kader PDIP bergerak ke Sulteng. Bahkan Megawati langsung menghubungi sejumlah kepala daerah dari partai itu agar secepatnya mengirim bantuan.

Oleh pengurus daerah PDIP, bantuan langsung disiapkan. Rombongan relawan Baguna juga diberangkatkan, dengan membawa bantuan yang sudah ada. Ketika tiba di lokasi, situasi masih belum tersentuh penanganan yang signifikasi.

Kondisi itu lalu dilaporkan ke DPP PDI Perjuangan, yang langsung berkoordinasi dengan Presiden Jokowi.

“Sehingga Bapak Presiden Jokowi bertindak cepat menyalurkan bantuan. Dan beliau memimpin secara langsung. Bahkan kegiatan jalan sehat di Solo yang sudah direncanakan, dibatalkan saat itu,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, aspek kemanusiaan, gotong royong, nurani yang bening untuk betul-betul membantu rakyat yang menjadi korban, memang harus dikedepankan. Dan tanpa ada kepentingan-kepentingan tertentu.

Dan sekarang kita melihat penanganan bencana sudah jauh lebih baik. Distribusi bantuan sudah dapat disampaikan dengan jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Kepala Baguna PDIP, Sadarestuwati, mengatakan saat ini kekuatan personil Baguna yang bekerja di Sulteng berjumlah 102 orang, ditambah 7 orang tenaga medis. Selain melakukan proses evakuasi jenazah korban dengan Basarnas, Baguna juga membuka dapur umum untuk menyediakan makanan untuk pengungsi. Sementara Tenaga Medis terus bekerja dan melayani setidaknya 600 korban setiap hari.

“Dengan begitu luar biasanya bencana ini, kami masih membutuhkan personil di sana. Tapi satu yang pasti, Baguna akan selalu, senantiasa menangis dan tertawa bersama rakyat,” kata Sadarestuwati. (Ndus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here