BERITABUANA, SERANG – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam peringatan HUT ke-73 TNI memberikan penekanan kepada seluruh prajurit TNI untuk dipedomani dan dilaksanakan, di antaranya agar meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme seluruh jajaran TNI.

“Tingkatkan kewaspadaan dan profesionalisme karena setiap saat tugas selalu menanti menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang dilimpahkan kepada TNI,” kata Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan Komandan Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf  Kolonel Czi Budi Hariswanto pada peringatan HUT ke-73 TNI di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat (5/10/2018)

Selain itu, TNI juga harus memperkokoh keimanan dan taqwa kepada tuhan yang maha esa, mempertahankan dan meningkatkan soliditas TNI serta kemanunggalan TNI dengan rakyat agar TNI selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa.

Kemudian, amanat lainnya TNI juga harus memantapkan netralitas baik sebagai individu maupun satuan dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019.

“Janganlah terpancing emosi dan upaya-upaya melibatkan diri dalam mendukung kelompok tertentu selama pentahapan pemilu. Jalanilah setiap tugas secara ikhlas karena tugas kita adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini,” kata Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Czi Budi Hariswanto.

Ia juga mengajak seluruh jajaran TNI memanjatkan doa untuk meringankan beban yang menimpa warga korban bencana gempa dan tsunami di Palu Donggala Sigi Dan Parigi Moutong serta beban yang masih diderita masyarakat di Lombok.

Apapun yang telah dilakukan bersama baik dalam bentuk bantuan secara fisik maupun dukungan doa dapat meringankan musibah dan mempercepat upaya pemulihan korban bencana tersebut.

“TNI bersama-sama sebagai komponen bangsa lainnya telah bekerja bahu-membahu kita berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang diderita saudara-saudara kita, TNI telah mengerahkan personel dan alutsistanya untuk memberikan pertolongan pertama melaksanakan evakuasi menyalurkan bantuan memberikan pengamanan serta memulihkan sarana dan prasarana secara bertahap,” katanya.

Dalam amanatnya, Panglima TNI yang dibacakan Danrem 064/MY Kolonel Czi Budi Hariswanto, profesionalisme TNI diwujudkan dalam pelaksanaan operasi dan kegiatan-kegiatan serta latihan dalam rangka menjalankan tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara.

TNI juga turut serta dalam menjaga perdamaian dunia dengan mengirim pasukan Garuda dalam misi perserikatan bangsa-bangsa ke berbagai negara sebagai bentuk partisipasi negara dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Kiprah TNI dalam berbagai bentuk penugasan baik di dalam maupun luar negeri membentuk TNI menjadi postur yang disegani,” katanya..

Menurut Danrem, ketidakpastian akibat krisis ekonomi politik dan kepemimpinan global yang dikatalisasi oleh ‘disrupsi’ teknologi membawa perang tidak lagi terbatas (restricted War) dalam suatu batas teritorial pernah menjadi tidak terbatas (unrestricted War).

Selain itu, juga masuk ke berbagai dimensi seperti perang ekonomi, perang dagang perang hukum, perang cyber, perang opini dan bahkan akhir-akhir ini ada perang mata uang di berbagai negara.

“Era perang kinetik bergeser ke arah perang digital non-lethal tapi tetap menimbulkan dampak sangat merugikan bagi kehidupan masyarakat bernegara,” katanya.

Selain menghadapi kompleksitas tantangan ke depan, saat ini juga menghadapi gejolak alam yang terjadi akhir-akhir ini, TNI sebagai satuan yang siaga di masa damai harus membantu pemerintah menanggulangi bencana yang terjadi di berbagai daerah.

“Pada tahun 2018 ini TNI telah melibat dalam penanggulangan bencana di berbagai daerah seperti kejadian luar biasa gizi buruk di Asmat Papua, letusan Gunung Agung di Bali, kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera, gempa bumi di Lombok dan saat ini gempa bumi di Palu,” kata Danrem.

Tugas lain yang tidak kalah pentingnya adalah membantu pemerintah dalam mengatasi aksi terorisme, penegakan hukum di laut, pengamanan wilayah udara serta terlibat dalam pengamanan agenda strategis nasional dan internasional seperti pengamanan Asian Game, Asian Para Games dan pengamanan sidang tahunan IMF World Bank di Bali.

Hadir dalam peringatan HUT ke-73 TNI di lingkup Korem 064/Maulana Yusuf Serang, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa, Penjabat Sekda Banten Ino S Rawita serta unsur perwakilan forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Banten. (Ban)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here